Pekerja 23 Tahun Tewas Tertimpa Runtuhan Perancah di Pelabuhan Jurong Singapura
Baca dalam 60 detik
- Seorang buruh konstruksi berusia 23 tahun meninggal setelah struktur formwork jatuh dari lantai lima dan menimpa truk yang ia kendarai di Jurong Port, Singapura.
- Kementerian Tenaga Kerja Singapura menghentikan seluruh aktivitas formwork di lokasi proyek yang dikerjakan HPC Builders, sementara penyelidikan penyebab kecelakaan masih berlangsung.
- Insiden ini menjadi pengingat bagi industri konstruksi di kawasan, termasuk Indonesia, akan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur keselamatan saat pemindahan struktur sementara.

Seorang pekerja konstruksi berusia 23 tahun tewas setelah perancah atau formwork runtuh dan menimpa truk yang sedang ia kendarai di lokasi pembangunan Pelabuhan Jurong, Singapura, pada Senin (3/8) pagi. Insiden terjadi sekitar pukul 09.50 waktu setempat, dan korban ditemukan terjepit di kursi pengemudi setelah struktur baja dari lantai lima bangunan yang sedang dibangun ambruk.
Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) yang menerima laporan langsung menerjunkan tim penyelamat. Butuh waktu untuk mengevakuasi korban karena truk tertimpa material berat; petugas menggunakan peralatan hidrolik untuk membebaskannya. Namun, nyawa korban tak tertolongโparamedis SCDF menyatakan korban meninggal di tempat.
Kementerian Tenaga Kerja (MOM) Singapura mengonfirmasi bahwa korban tertimpa struktur formwork yang sedang dipindahkan dari lantai lima gedung yang tengah dibangun. Menurut MOM, proses repositioning struktur tersebut diduga menjadi pemicu runtuhnya material. Peristiwa ini terjadi di Integrated Construction and Prefabrication Hub milik Jurong Port, dengan kontraktor utama HPC Builders. Pekerja korban diketahui bekerja untuk perusahaan subkontraktor Keehans.
Jurong Port, selaku pemilik lokasi, menyampaikan duka mendalam dan menyatakan bekerja sama dengan kontraktor untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban. Mereka menegaskan bahwa prosedur keselamatan telah diterapkan, namun investigasi menyeluruh tetap dilakukan untuk mengungkap akar masalah. Sementara itu, MOM telah menginstruksikan HPC Builders untuk menghentikan semua pekerjaan formwork hingga penyelidikan selesai. MOM juga mengingatkan bahwa risiko robohnya formwork harus diidentifikasi dan diatasi, termasuk memastikan struktur didirikan dan dipindahkan sesuai desain yang disetujui, serta hanya menggunakan peralatan yang telah diverifikasi.
Insiden ini menyoroti risiko fatal yang masih mengintai di industri konstruksi, terutama saat penanganan struktur sementara seperti formwork. Di Indonesia, kasus serupa juga pernah terjadi, dan regulasi keselamatan konstruksi sebenarnya sudah ketat, tetapi implementasi di lapangan kerap longgar. Kecelakaan di Jurong Port ini menjadi pengingat bahwa kepatuhan terhadap prosedur, pengawasan ketat, dan budaya keselamatan yang kuat adalah kunci untuk mencegah tragedi serupa. Pertanyaannya, apakah industri konstruksi di kawasan ini sudah cukup serius dalam menerapkan standar keselamatan, atau masih menunggu korban berikutnya untuk bertindak?



