Newcastle Siapkan Tawaran Rp1 Triliun untuk Abde Ezzalzouli, Rekrutan Kunci di Tengah Krisis
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United dikabarkan akan mengajukan tawaran senilai โฌ60 juta untuk mengamankan jasa winger Real Betis, Abde Ezzalzouli, setelah dua pesaing utama mundur.
- Kedatangan pemain asal Maroko itu diharapkan menjadi solusi lini serang yang ditinggalkan Anthony Gordon dan Bruno Guimaraes.
- Kesepakatan ini juga berpotensi memanaskan persaingan transfer di Liga Inggris, dengan Barcelona yang masih memantau perkembangan sang pemain.

Newcastle United dilaporkan siap menggelontorkan dana hingga โฌ60 juta atau sekitar Rp1 triliun untuk memboyong winger Real Betis, Abde Ezzalzouli, di tengah gejolak internal yang melanda klub. Langkah ini menjadi sinyal ambisi The Magpies untuk tetap kompetitif meski ditinggal pelatih Eddie Howe dan sejumlah pemain kunci.
Kabar ini muncul setelah Aston Villa dan AS Roma memutuskan mundur dari perburuan pemain berusia 24 tahun tersebut. Dengan hanya menyisakan Newcastle sebagai peminat serius, posisi klub asal Tyneside itu kini di atas angin. Manajemen Newcastle pun disebut-sebut siap menyamai banderol yang dipasang Real Betis untuk mengamankan tanda tangan pemain yang dijuluki "decisive" oleh pelatih Manuel Pellegrini tersebut.
Ezzalzouli bukan nama asing di pentas Eropa. Musim lalu, ia mencatatkan 13 gol dan 13 assist di La Liga, menjadikannya salah satu winger paling produktif di Spanyol. Jika ditotal di semua kompetisi, kontribusinya mencapai 15 gol. Angka ini menjadi jawaban atas kebuntuan lini serang Newcastle yang kehilangan Anthony Gordon dan akan ditinggal Bruno Guimaraes. Kehadirannya diharapkan mampu menggantikan peran Gordon yang hengkang, sekaligus memberikan dimensi baru dalam serangan balik cepat ala Matthias Jaissle.
Selain ketajamannya, Ezzalzouli juga menawarkan kemampuan dribel dan duel yang impresif. Data menunjukkan ia menyelesaikan 1,56 dribel per 90 menit dan memenangkan 7,74 duel per laga. Gaya bermainnya yang agresif dalam merebut bola kembali sangat cocok dengan filosofi Jaissle yang mengedepankan pressing ketat. Di atas kertas, ini adalah profil pemain yang selama ini dicari Newcastle untuk memperkuat sayap kanan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa berlomba mendapatkan pemain berkualitas dari Afrika Utara. Ezzalzouli, yang lahir di Beni Mellal, Maroko, menjadi contoh nyata talenta Afrika yang bersinar di liga top Eropa. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan sepak bola di Indonesia, yang juga memiliki banyak pemain muda berbakat yang perlu diasah di kompetisi berkualitas.
Namun, kepastian transfer ini masih menggantung. Newcastle belum mengajukan tawaran resmi, dan Barcelona yang memiliki 50% hak atas penjualan Ezzalzouli masih memantau perkembangan. Jika kesepakatan terwujud, ini akan menjadi rekrutan termahal Newcastle musim panas ini dan sinyal kuat bahwa klub tidak tinggal diam di tengah krisis. Pertanyaannya, akankah manajemen Newcastle segera bergerak cepat atau justru kehilangan momentum?



