Napoli Jual Gutierrez ke Leverkusen demi Buka Jalan Rekrut Badiashile
Baca dalam 60 detik
- Napoli hampir melepas Miguel Gutierrez ke Bayer Leverkusen dengan nilai โฌ25 juta plus bonus, demi memenuhi regulasi transfer.
- Dana dari penjualan tersebut akan digunakan untuk mendatangkan bek Chelsea, Benoit Badiashile, sebagai pengganti Juan Jesus dan Alessandro Buongiorno.
- Kesepakatan ini menunjukkan strategi Napoli yang harus menjual sebelum membeli di bursa musim panas.

Napoli tengah berada di ambang kesepakatan untuk melepas bek kiri asal Spanyol, Miguel Gutierrez, ke Bayer Leverkusen dengan nilai transfer sekitar โฌ25 juta plus bonus. Langkah ini bukan sekadar transaksi biasa, melainkan kunci bagi klub Serie A tersebut untuk membuka ruang fiskal demi mendatangkan bek tengah anyar, Benoit Badiashile, dari Chelsea.
Klub asal Naples itu memang tengah berada dalam tekanan regulasi keuangan yang ketat pada bursa musim panas ini. Kebijakan internal mengharuskan mereka menjual pemain terlebih dahulu sebelum bisa merekrut wajah baru. Dengan demikian, pelepasan Gutierrez menjadi prioritas utama yang harus segera dieksekusi.
Kabar mengenai ketertarikan Leverkusen sebenarnya sudah mencuat sejak kemarin melalui laporan media Jerman, Bild. Kini, sejumlah sumber di Italia mengonfirmasi bahwa negosiasi berjalan cepat dan kedua klub dikabarkan sudah sepakat di angka โฌ25 juta plus bonus, sedikit di bawah permintaan awal Napoli yang mencapai โฌ30 juta.
Gutierrez, yang baru genap berusia 25 tahun pekan ini, merupakan produk akademi Real Madrid. Ia baru diboyong Napoli dari Girona pada musim panas lalu dengan nilai โฌ18 juta plus bonus. Jika kesepakatan dengan Leverkusen terealisasi, Napoli akan mengantongi keuntungan bersih yang cukup signifikan dari penjualan pemain yang musim lalu kesulitan menembus tim utama. Gutierrez hanya tampil dalam 36 pertandingan kompetitif dengan kontribusi satu gol dan satu assist.
Dana segar dari penjualan Gutierrez rencananya akan langsung dialokasikan untuk memperkuat lini pertahanan, yang saat ini tengah kehilangan dua pemain kunci. Juan Jesus telah hengkang, sementara Alessandro Buongiorno masih berkutat dengan cedera. Target utama Napoli adalah Badiashile, bek tengah asal Prancis milik Chelsea. Klub Italia itu berharap bisa memboyongnya dengan skema pinjaman yang disertai opsi atau kewajiban pembelian pada akhir musim.
Bagi pengamat sepak bola Italia, langkah Napoli ini menunjukkan kepatuhan terhadap aturan financial fair play yang semakin ketat. Klub-klub Serie A, termasuk Napoli, harus lebih cermat dalam mengatur neraca keuangan mereka. Penjualan aset seperti Gutierrez menjadi strategi umum untuk menyeimbangkan buku dan mendatangkan pemain baru tanpa melanggar regulasi.
Dari perspektif Indonesia, berita ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa, termasuk yang berlaga di Liga Champions, harus beradaptasi dengan keterbatasan finansial. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang mulai serius menata manajemen keuangan, terutama dalam menghadapi regulasi lisensi klub yang semakin ketat dari AFC.
Jika transfer Gutierrez rampung, Leverkusen akan mendapatkan bek kiri muda yang pernah menimba ilmu di Real Madrid. Sementara itu, Napoli berharap Badiashile bisa segera bergabung untuk memperkuat pertahanan mereka sebelum musim baru dimulai. Pertanyaannya, akankah Chelsea melepas Badiashile dengan skema pinjaman? Atau justru memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan keuntungan finansial lebih besar?



