Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Dievakuasi ke Tanjung Perak: 229 Selamat, 5 Tewas
Baca dalam 60 detik
- Operasi penyelamatan kapal terbakar di perairan Sumenep telah mengevakuasi 234 orang ke Surabaya, dengan 229 penumpang selamat dan lima dinyatakan meninggal.
- Kapal perang KRI Nala-363 menjadi sarana evakuasi terbesar, membawa 30 korban selamat dan dua jenazah ke Dermaga Koarmada II pada Senin pagi.
- Pencarian korban masih berlanjut dengan melibatkan unsur laut dan udara, sementara evaluasi terhadap operator kapal tengah disiapkan Kementerian Perhubungan.

Tim SAR gabungan terus menggelar operasi penyelamatan pasca kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep, Jawa Timur. Hingga Senin pagi, sebanyak 234 orang yang tercatat dalam daftar penumpang kapal telah dievakuasi ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dengan rincian 229 orang ditemukan selamat dan lima orang meninggal dunia.
Proses evakuasi berlangsung bertahap sejak dini hari. Kapal Selaras Mas menjadi salah satu yang pertama merapat, membawa 13 penumpang dalam kondisi selamat. Disusul KN SAR 249 Permadi yang tiba dari Kalianget dengan membawa lima orang selamat dan seorang korban yang lebih dulu ditemukan nelayan. Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengonfirmasi bahwa seluruh korban selamat langsung dibawa ke Gapura Surya Nusantara untuk pemeriksaan medis dan verifikasi identitas.
Gelombang evakuasi terbesar datang pada pukul 08.40 WIB ketika KRI Nala-363 sandar di Dermaga Koarmada II. Kapal perang TNI AL tersebut membawa 30 korban selamat dan dua jenazah. Sementara itu, Kapal Mutiara Ferindo 1 yang tiba lebih awal, pada pukul 06.43 WIB, membawa delapan korban selamat dan satu korban meninggal. Seluruh jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Operasi SAR ini melibatkan puluhan unsur, mulai dari Basarnas, TNI AL, Polairud, hingga kapal-kapal niaga yang kebetulan berada di sekitar lokasi. Helikopter Ditpolairud Polda Jawa Timur juga dikerahkan untuk menyisir area pencarian dari udara. Hingga berita ini diturunkan, KN SAR 249 Permadi telah kembali bertolak dari Kalianget untuk melanjutkan pencarian terhadap kemungkinan korban yang belum ditemukan.
Insiden ini menjadi sorotan karena menyangkut keselamatan transportasi laut di jalur padat yang menghubungkan Jawa dan Madura. Kementerian Perhubungan telah menyatakan akan mengevaluasi operator kapal, sebuah langkah yang dinilai pengamat sebagai ujian terhadap kepatuhan standar keselamatan pelayaran nasional. Data KNKT menunjukkan bahwa kebakaran kapal penumpang kerap dipicu oleh korsleting listrik atau kelalaian prosedur, sehingga audit menyeluruh terhadap armada sejenis menjadi mendesak.
Bagi warga yang memanfaatkan jalur laut antarpulau, kejadian ini menegaskan pentingnya verifikasi kelayakan kapal sebelum berangkat. Sementara itu, proses identifikasi korban di RS Bhayangkara menjadi prioritas, dengan harapan para keluarga segera mendapat kepastian. Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah evaluasi operator akan berujung pada sanksi tegas, atau sekadar formalitas? Publik menunggu langkah lanjutan dari regulator.



