Olivia Cooke Ungkap 'Kebangkitan Seksual' gara-gara Bad Santa, Soroti Sisi Lain Adegan Intim di Hollywood
Baca dalam 60 detik
- Olivia Cooke mengaku film komedi gelap Bad Santa (2003) menjadi momen formatif yang membangkitkan kesadaran seksualnya saat remaja.
- Aktris 32 tahun itu juga mengkritik proses syuting adegan intim yang menurutnya tidak nyaman dan justru makin sering dialami seiring bertambahnya usia.
- Pengakuan ini menyoroti tekanan industri hiburan terhadap aktor dalam menjalani adegan seksual, memicu perdebatan tentang perlunya koordinator intim dan batasan yang lebih jelas.

Aktris Olivia Cooke membuka cerita tak terduga tentang masa remajanya. Dalam wawancara dengan Entertainment Weekly, ia mengaku mengalami "kebangkitan seksual" saat pertama kali menonton komedi gelap Bad Santa (2003). Pengakuan itu muncul setelah rekan mainnya di A Talent for Murder, Dame Helen Mirren, menyebut film tersebut sebagai favoritnya di musim liburan.
Cooke, 32 tahun, menggambarkan momen tersebut sebagai sesuatu yang "sangat formatif". Ia menyebut adegan Billy Bob Thornton di dalam jacuzzi sebagai pemicu utama. "Saya mengalami kebangkitan, menonton Billy Bob di jacuzzi. Benar-benar sebuah kebangkitan," ujarnya. Helen Mirren pun menanggapi dengan gurauan, "Akan kusampaikan padanya saat bertemu."
Reaksi senada datang dari Alden Ehrenreich, aktor yang juga membintangi A Talent for Murder. Ia mengaku mengalami hal serupa saat menonton Hook (1991) arahan Steven Spielberg. "Saya merasakan hal itu pada adegan putri duyung di Hook. Saat mereka menciumnya untuk menghidupkan kembali. Saya masih 4 atau 5 tahun dan berpikir, 'Ada sesuatu... aku merasakan hal yang tidak kumengerti'," kenangnya.
Di balik cerita ringan itu, Cooke justru menyoroti sisi kelam industri perfilman. Ia mengaku tidak nyaman dengan adegan intim yang harus ia lakoni. "Ini aneh, bukan? Bagian yang aneh dari pekerjaan ini. Kau melihatnya di jadwal dan langsung berpikir, Ya Tuhan! Entah kenapa, semua ini terjadi padaku saat menginjak 30. Semakin sering... terus-terusan," tuturnya kepada The Sun.
Ia bahkan menyebut kariernya saat ini seperti "humiliasi Olivia Cooke". Persiapan adegan intim pun tak kalah merepotkan. Cooke menjelaskan harus mengenakan pakaian dalam khusus dengan bantalan silikon yang direkatkan ke tubuh. "Sangat sulit karena lengketnya bisa saling menempel dan sulit dipakai," ujarnya. Ia berterima kasih kepada penata busananya, Alexandra Bland, yang membantunya melewati proses tersebut. "Alex bilang, 'Ya ampun Olivia, bungkukkan badan, biar kubantu'. Aku pun membungkuk dan merentangkan... sungguh memalukan. Tapi ya sudah, melampaui dan disosiasi, keluar dari tubuh... ini aneh, ini ganjil," tambahnya.
"Karierku saat ini seperti humiliasi Olivia Cooke." โ Olivia Cooke
Pengakuan Cooke menyoroti tekanan yang dihadapi aktor dan aktris di Hollywood. Meski koordinator intim semakin umum, banyak pemain tetap merasa rentan. Di Indonesia, isu serupa mulai mengemuka seiring pertumbuhan industri film dan serial OTT. Produser lokal menghadapi tuntutan untuk menyediakan lingkungan syuting yang aman, terutama untuk adegan sensitif. Namun, regulasi dan kesadaran masih terbatas.
Bagi penonton Indonesia, cerita Cooke menjadi cermin bahwa glamor layar lebar menyimpan beban psikologis. Kesadaran akan kesehatan mental di kalangan pekerja seni pun kian penting. Ke depan, apakah industri hiburan global dan domestik akan mengadopsi standar perlindungan yang lebih ketat? Atau akankah pengakuan seperti Cooke terus menjadi pengingat bahwa di balik kamera, ada manusia yang harus berjuang dengan ketidaknyamanan?



