Tinashe Tetapkan Standar Baru untuk Konser Pembuka: Hanya untuk Artis yang Paham Visi Dirinya
Baca dalam 60 detik
- Tinashe akan menjadi pembuka konser Harry Styles di Phoenix pada April 2027, menandai debutnya tampil di stadion.
- Ia menolak menjadi opening act jika tidak merasa terhubung secara artistik dengan headliner, setelah sebelumnya membuka untuk Beyonce dan Nicki Minaj.
- Tur Together, Together memasuki babak stadion pertama di Amerika Utara dengan sederet bintang tamu termasuk Kylie Minogue.

Penyanyi berusia 33 tahun itu menegaskan bahwa dirinya tidak akan menerima tawaran menjadi pembuka konser artis mana pun kecuali ada kesamaan visi artistik. Prinsip ini membawanya pada kesepakatan untuk membuka dua konser Harry Styles di State Farm Stadium, Phoenix, Arizona, pada 2 dan 3 April 2027, sebagai bagian dari tur Together, Together.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Tinashe telah memiliki pengalaman panjang sebagai opening act untuk nama-nama besar seperti Beyonce, Nicki Minaj, dan Katy Perry. Namun, ia mengaku sampai pada titik di mana kenyamanan dan kebebasan berekspresi di atas panggung menjadi prioritas utama. "Saya tidak akan membuka untuk siapa pun kecuali saya merasa mereka benar-benar memahami jati diri saya," ujarnya dalam acara Spotify x Coach, Rabu (16/9/2026).
Baginya, Harry Styles memenuhi kriteria tersebut. Tinashe menilai pelantun "Watermelon Sugar" itu sangat terbuka terhadap eksplorasi artistik dan mengutamakan pengalaman menyenangkan bagi penggemar. "Pada akhirnya, itulah intinya: bisa masuk ke ruangan, bertemu orang, dan terhubung melalui musik serta pertunjukan," tambahnya.
Antusiasme Tinashe terlihat jelas. Ia menyebut pengalaman tampil di stadion sebagai hal baru yang mendebarkan. "Saya belum pernah membawakan lagu-lagu saya di stadion. Ini akan luar biasa," katanya. Kesempatan ini juga menjadi panggung bagi Tinashe untuk memperkenalkan karya-karyanya kepada basis penggemar Harry Styles yang masif.
Tur Together, Together sendiri merupakan fenomena besar. Dimulai pada Mei 2026 dengan 67 pertunjukan di berbagai kota dunia, tur ini kini memasuki residensi 30 malam di Madison Square Garden, New York—sebuah rekor untuk Harry Styles. Pada 2027, tur akan melintasi Dallas, Los Angeles, Toronto, Atlanta, dan Chicago, sebelum menyeberang ke Eropa untuk konser di Berlin, Paris, Madrid, Roma, dan Dublin, lalu ditutup dengan tiga malam di Stadion Wembley, London.
Selain daftar penampil yang eklektik, tur ini juga membawa misi sosial dan lingkungan. Harry Styles melanjutkan kemitraan dengan Choose Love untuk mendukung pekerjaan kemanusiaan. Di London, £1 dari setiap tiket dijual untuk LIVE Trust guna melindungi venue musik akar rumput. Penggemar di Amerika Serikat dapat mendaftar untuk memilih di pop-up HeadCount. Upaya keberlanjutan juga dilakukan melalui Green Nation, termasuk pengurangan material sekali pakai dan penggunaan bahan bakar HVO untuk menekan emisi.
"Saya sangat bersemangat bisa tampil di Phoenix. Itu akan sangat menyenangkan! Saya belum pernah membawakan lagu saya di stadion!"
— Tinashe
Bagi industri musik global, keputusan Tinashe mencerminkan pergeseran nilai di kalangan musisi mapan: memilih proyek yang selaras dengan identitas artistik ketimbang sekadar mengejar eksposur. Sementara bagi penggemar di Indonesia, tur ini tidak menyentuh Asia Tenggara, namun pola kurasi penampil dan misi sosialnya bisa menjadi rujukan bagi penyelenggara konser domestik yang ingin menghadirkan pengalaman lebih bermakna. Akankah standar serupa—di mana artis pembuka dipilih berdasarkan pemahaman artistik, bukan popularitas semata—menjadi tren baru di panggung musik dunia?



