Selena Gomez Ungkap Kecemasan di Balik Perjalanan Laut Benny Blanco
Baca dalam 60 detik
- Benny Blanco memilih kapal laut dari AS ke Inggris karena fobia terbang, demi merayakan ulang tahun Selena Gomez.
- Selena mengaku bahagia namun diliputi kekhawatiran selama suaminya menyeberangi Atlantik.
- Kisah ini menyoroti dinamika dukungan pasangan dalam menghadapi ketakutan pribadi.

Selena Gomez mengungkapkan perasaan campur aduk saat suaminya, Benny Blanco, menempuh perjalanan laut dari Amerika Serikat ke Inggris untuk merayakan ulang tahunnya. Meskipun tersentuh oleh gestur romantis tersebut, ia mengaku dilanda kecemasan karena Blanco memiliki fobia terbang.
Blanco, produser musik berusia 38 tahun, memutuskan menyeberangi Samudra Atlantik dengan kapal demi bisa bersama Gomez di London. Keputusan itu diambil meski ia harus mengorbankan kenyamanan. Gomez, yang saat itu sedang sibuk syuting, menyebut tindakan suaminya sebagai "sangat romantis", tetapi juga "sama-sama membuat stres" karena ia terus-menerus mengkhawatirkan keselamatan Blanco selama pelayaran.
Dalam wawancara dengan People, Gomez mengungkapkan, "Saya berharap dia terbang sekarang, tapi dia tidak bisa. Dia naik kapal untuk menemuiku di London. Itu sangat romantis, tapi juga sama-sama membuat stres jika kamu istrinya. Kamu hanya berharap dia aman. Saya memegang saputangan, menangis, melambaikan tangan, dan menyanyikan 'I'll be saving you...' Ya, itulah hidup saya."
Setelah perjalanan laut tersebut, pasangan ini menghabiskan liburan singkat di Tuscany, Italia. Gomez menyebut momen itu sebagai liburan yang sempurna. "Kami mendapat lima hari untuk bersama, jadi Benny dan saya banyak makan pasta. Saya merayakan ulang tahun hanya dengan dia, dan semuanya terasa mudah. Dia sangat berharga. Saya menyukainya," ujarnya.
Bulan ini, keduanya merayakan ulang tahun pernikahan pertama. Gomez, 34 tahun, mengaku masih berada di fase bulan madu. "Kami masih dalam tahap bulan madu. Rasanya luar biasa memiliki pasangan yang benar-benar mendengarkan dan menerima kamu apa adanya, apa pun suasana hati atau harimu. Saya membutuhkannya, dan saya mencintainya. Dia manusia yang sangat ceria: menyenangkan, spontan, dan suka bicara," tuturnya.
Blanco telah mengubah cara pandang Gomez terhadap hidup menjadi lebih baik. Ketika ditanya apakah ia mengadopsi pendekatan hidup suaminya, Gomez menjawab, "Ya, berhenti berpikir berlebihan dan lebih percaya diri. Itu bukan sesuatu yang dia paksakan, tapi dia menginspirasi saya untuk menjadi seperti itu."
Penyanyi lagu "Single Soon" ini juga mengaku telah menjalani hidup yang lebih damai dalam beberapa tahun terakhir. "Ketika saya lebih muda, rasanya seperti 90 mil per jam. Itu menyenangkan, tapi saya hanya merasa baik ketika bekerja. Sekarang saya benar-benar meluangkan waktu untuk menghargai hidup saya. Saya sibuk tapi bisa menyeimbangkannya dengan baik. Saya menyukai tempat saya sekarang. Saya merasa sangat beruntung, dan menikmati setiap hari," pungkasnya.
Kisah rumah tangga Gomez dan Blanco menyoroti bagaimana pasangan selebritas menghadapi tantangan pribadi di tengah sorotan publik. Dukungan terhadap ketakutan satu sama lain menjadi fondasi hubungan mereka. Bagi penggemar di Indonesia, dinamika ini mengingatkan bahwa setiap hubungan memiliki ujiannya sendiri, bahkan di kalangan selebritas internasional. Keseimbangan antara karier, kesehatan mental, dan kehidupan pribadi menjadi tema universal yang relevan.
Ke depan, publik akan terus mengamati bagaimana pasangan ini menjaga keharmonisan mereka. Apakah fobia terbang Blanco akan tetap menjadi faktor dalam setiap perjalanan jauh? Atau akankah ada solusi lain yang lebih praktis? Yang jelas, kisah mereka menunjukkan bahwa cinta sering kali menuntut pengorbanan dan pengertian.



