Pendaki Legendaris Nirmal Purja Dikhawatirkan Hilang Tertimbun Longsor di Broad Peak
Baca dalam 60 detik
- Tim pendaki internasional beranggotakan sepuluh orang, termasuk eks Royal Marine Nirmal Purja, dilaporkan hilang kontak setelah longsoran salju menerjang Broad Peak di Pakistan.
- Longsor terjadi Kamis siang di ketinggian 8.047 meter; upaya pencarian via helikopter masih menunggu kondisi cuaca yang memungkinkan.
- Insiden ini menyoroti risiko ekstrem ekspedisi gunung tinggi dan dampaknya terhadap industri pendakian global, termasuk minat pendaki Indonesia.

Seorang pendaki legendaris asal Nepal, Nirmal Purja, bersama sembilan anggota tim pendakian internasional dikhawatirkan hilang setelah longsoran salju besar melanda Broad Peak, gunung tertinggi kedelapan di dunia yang berada di pegunungan Karakoram, Pakistan. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada komunikasi apa pun dari tim tersebut sejak insiden terjadi pada Kamis siang waktu setempat.
Menurut pejabat pendakian Pakistan, longsoran salju menerpa rombongan yang tengah berada di ketinggian 8.047 meter. Tim tersebut terdiri dari warga Amerika Serikat, China, Oman, dan lima pendaki asal Nepal. Purja, yang sebelumnya dikenal sebagai mantan anggota Royal Marines Inggris, memimpin ekspedisi ini. Namanya melambung setelah memecahkan rekor dunia dengan mendaki seluruh 14 gunung setinggi lebih dari 8.000 meter hanya dalam waktu enam bulan pada 2019.
Upaya pencarian dan penyelamatan masih terkendala cuaca buruk. Tim penyelamat berharap dapat menerbangkan helikopter begitu kondisi memungkinkan. Namun, jendela cuaca di Karakoram pada musim ini sangat sempit, sehingga operasi penyelamatan menjadi tantangan besar. Belum ada konfirmasi resmi mengenai nasib para pendaki, dan pihak berwenang Pakistan terus berkoordinasi dengan kedutaan besar negara terkait.
Bagi Indonesia, insiden ini menjadi pengingat akan risiko tinggi yang melekat pada pendakian gunung ekstrem. Meskipun tidak ada pendaki Indonesia dalam tim tersebut, komunitas pendaki Tanah Air cukup aktif di kancah internasional. Beberapa pendaki Indonesia telah menaklukkan puncak-puncak tinggi seperti Everest dan Carstensz Pyramid. Tragedi ini dapat memicu evaluasi ulang prosedur keselamatan dan asuransi perjalanan bagi pendaki Indonesia yang bermimpi menaklukkan gunung-gunung tinggi di luar negeri.
Menurut analis pendakian gunung, kejadian ini juga menyoroti perubahan pola cuaca ekstrem akibat pemanasan global, yang membuat gunung-gunung tinggi semakin tidak terduga. Longsoran salju di Broad Peak bukanlah hal baru, tetapi frekuensinya dikhawatirkan meningkat. Para ahli mendesak adanya sistem peringatan dini yang lebih baik dan protokol evakuasi yang lebih ketat di kawasan Karakoram.
Nirmal Purja sendiri bukanlah nama asing di dunia pendakian. Prestasinya yang luar biasa pada 2019 menginspirasi banyak pendaki muda, termasuk di Indonesia. Buku dan film dokumenter tentang dirinya banyak beredar dan menjadi referensi. Kehilangan dirinya dan tim akan menjadi pukulan berat bagi komunitas pendakian global.
Pertanyaan besar kini menggantung: akankah tim penyelamat berhasil menjangkau lokasi longsor sebelum cuaca memburuk? Atau akankah insiden ini menjadi salah satu tragedi pendakian terbesar dalam beberapa tahun terakhir? Dunia menanti kabar selanjutnya dari Pakistan.



