Dihantam Kerugian AI, Dana Hedging Situational Jual Portofolio ke Citadel
Baca dalam 60 detik
- Situational Awareness, dana lindung nilai AI besutan mantan peneliti OpenAI, menjual mayoritas portofolio sahamnya ke Citadel setelah menderita kerugian besar akibat aksi jual saham teknologi.
- Transaksi yang difasilitasi sejumlah bank investasi besar Wall Street ini membuat Citadel mengakuisisi bagian portofolio yang dibiayai leverage, sementara Situational tetap memegang investasi privat seperti Anthropic.
- Langkah ini mencerminkan tekanan luas di kalangan hedge fund global yang mengalami penarikan dana terbesar dalam sejarah akibat koreksi saham AI, dengan dana Asia tercatat turun 18,6% pada Juli.

Dana lindung nilai yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI), Situational Awareness, terpaksa melepas sebagian besar portofolio sahamnya kepada Citadel milik miliarder Ken Griffin setelah mengalami tekanan berat akibat aksi jual besar-besaran di sektor teknologi. Kesepakatan yang diumumkan pada Kamis (30/7) ini melibatkan sejumlah bank investasi papan atas Wall Street sebagai perantara.
Menurut sumber yang mengetahui langsung negosiasi tersebut, Situational yang didirikan oleh mantan peneliti OpenAI, Leopold Aschenbrenner, menghadapi pilihan sulit: mencari suntikan modal baru dari investor atau menjual seluruh portofolio publiknya. Akhirnya, dana yang sempat mencatatkan return fantastis 439% sejak awal tahun hingga akhir Juni itu memilih opsi kedua. Portofolio yang dilepas mencakup saham-saham teknologi besar seperti Broadcom, Intel, dan CoreWeave, berdasarkan laporan regulasi terbaru.
Citadel, yang mengelola aset sekitar US$71 miliar, mengambil alih bagian portofolio Situational yang dibiayai oleh leverage dari pialang. Sumber menyebutkan bahwa setelah transaksi, Situational masih memegang buku senilai sekitar US$10 miliar yang terdiri dari saham dan investasi privat, termasuk di perusahaan AI Anthropic. Dana tersebut tidak menjual kepemilikannya di Anthropic.
Fenomena ini bukan kasus terisolasi. Hedge fund global tengah menghadapi bulan terburuk dalam sejarah karena saham-saham AI mengalami koreksi tajam, menghapus sebagian besar keuntungan dari taruhan berlebihan di sektor tersebut. Menurut catatan Goldman Sachs, dana long-short fundamental yang berfokus di Asia rata-rata turun 18,6% sepanjang Juli hingga 28 Juli. Morgan Stanley juga melaporkan bahwa hedge fund berbasis pemilihan saham bergegas menutup posisi mereka di saham AI, dengan aktivitas beli dan jual berimbang.
Praktik leverage yang lazim di kalangan hedge fund menjadi bumerang ketika pasar bergerak melawan posisi yang diambil. Margin call dari pialang memicu aksi jual yang memperburuk penurunan pasar, menciptakan siklus negatif. Meskipun tidak jelas apakah Situational menghadapi margin call sebelum kesepakatan dengan Citadel, dana yang sempat mengelola aset US$20 miliar dengan hanya 20 karyawan ini dikenal agresif menggunakan leverage.
Keberhasilan Aschenbrenner sebelumnya menarik investor besar seperti Jane Street, serta para pendiri Stripe Patrick dan John Collison, dan eksekutif Meta Daniel Gross serta Nat Friedman. Namun, koreksi pasar kali ini menunjukkan betapa rapuhnya keuntungan yang dibangun di atas leverage dan konsentrasi pada satu sektor.
Bagi Indonesia, gejolak di hedge fund global ini menjadi pengingat akan risiko investasi di sektor AI yang sedang naik daun. Meskipun pasar modal Indonesia relatif terisolasi, keterkaitan global melalui investor asing dan reksa dana berbasis teknologi tetap perlu diwaspadai. Regulator seperti OJK dan bursa efek perlu mencermati potensi dampak tidak langsung, terutama jika aksi jual berlanjut dan mempengaruhi sentimen investor global terhadap aset berisiko.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah koreksi ini hanya koreksi sementara atau awal dari gejolak lebih panjang di sektor AI. Dengan banyaknya hedge fund yang masih terpapar leverage tinggi, tekanan jual bisa berlanjut. Sementara itu, langkah Citadel mengakuisisi portofolio Situational justru bisa dilihat sebagai tanda kepercayaan bahwa valuasi saham AI mulai menarik setelah koreksi.



