Evakuasi Korban Kebakaran KMP Mutiara Santosa II: 111 Selamat Tiba di Surabaya, Proses Identifikasi Berlanjut
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 111 korban selamat dan dua jenazah korban kebakaran KMP Mutiara Santosa II telah tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu malam.
- Tim gabungan melakukan triase dan pendataan di Gedung Gapura Surya Nusantara, sementara Posko DVI disiagakan untuk proses identifikasi.
- Total 236 korban telah dievakuasi dari perairan Sumenep, dengan 123 lainnya masih dalam perjalanan menggunakan kapal lain.

Sebanyak 111 penumpang selamat dan dua jenazah korban kebakaran KMP Mutiara Santosa II akhirnya tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Minggu (2/8) malam. Kedatangan mereka menandai babak baru dalam operasi penyelamatan pasca-insiden yang terjadi di Perairan Utara Sumenep, Jawa Timur, sekaligus membuka jalan bagi proses pemulihan dan identifikasi korban.
Proses evakuasi berlangsung bertahap sejak pukul 23.15 WIB, dengan pengawalan ketat petugas gabungan. Sebelum turun dari kapal, tim medis melakukan triase terhadap seluruh korban selamat. Pemeriksaan fisik dan pemasangan gelang penanda dilakukan untuk mengelompokkan tingkat keparahan luka, mulai dari yang ringan hingga yang membutuhkan penanganan intensif. Dua jenazah dievakuasi menggunakan kantong jenazah dan langsung dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans.
Setelah proses di dermaga rampung, para korban selamat diarahkan ke Gedung Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak. Di sana, mereka menjalani pendataan dan penanganan lanjutan. Posko Disaster Victim Identification (DVI) dan Posko Ante Mortem juga disiagakan untuk mendukung identifikasi korban serta memberikan pelayanan kepada keluarga yang menunggu kabar. Hingga Senin dini hari sekitar pukul 01.40 WIB, proses pendataan dan pemeriksaan kesehatan masih terus berlangsung.
- Total 236 korban telah dievakuasi: 231 selamat dan 5 meninggal dunia (data Posko Basarnas pukul 22.20 WIB).
- KM Meratus Pematang Siantar membawa 113 korban (111 selamat, 2 meninggal) ke Tanjung Perak.
- Masih ada 123 korban (120 selamat, 3 meninggal) dalam perjalanan dengan kapal lain.
- Kapal lain yang terlibat: TB Hasnur 26, Meratus Project 3, Selaras Mas, Ferindo I, SC Aila XVII, British Mentor.
Insiden ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi dalam penanganan bencana maritim. Operasi SAR yang melibatkan KN SAR 249 Permadi, RIB 01 Sumenep, KRI Nala-363, dan KRI Bung Hatta-370 menunjukkan respons cepat dari berbagai pihak. Namun, di balik keberhasilan evakuasi, terdapat pertanyaan besar mengenai standar keselamatan kapal penumpang di Indonesia. Mengingat tingginya mobilitas masyarakat melalui jalur laut, insiden seperti ini menjadi pengingat akan perlunya audit menyeluruh terhadap prosedur keselamatan dan kesiapan armada.
Bagi keluarga korban, proses identifikasi menjadi prioritas utama. Posko DVI yang disiagakan di Tanjung Perak diharapkan dapat mempercepat kepastian nasib para penumpang. Sementara itu, para korban selamat yang masih menjalani perawatan akan mendapatkan pendampingan psikologis dan medis. Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah insiden ini akan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap regulasi keselamatan pelayaran nasional, atau justru menjadi catatan kelam yang terlupakan? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun momentum ini seharusnya menjadi titik balik bagi perbaikan sistem transportasi laut Indonesia.



