Kebakaran Gedung Lima Lantai di Cikini Padam, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Baca dalam 60 detik
- Petugas pemadam kebakaran Jakarta Pusat berhasil menjinakkan si jago merah di Jalan Cikini Raya Nomor 89, dengan total 22 unit dan 110 personel diterjunkan ke lokasi.
- Api yang diduga berasal dari lantai tiga gedung lima lantai tersebut berhasil dilokalisasi dalam waktu kurang dari satu jam, meski sempat terkendala jarak sumber air yang jauh.
- Penyebab kebakaran masih diselidiki, sementara nilai kerugian belum dapat ditaksir; tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini.

Petugas pemadam kebakaran dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat berhasil memadamkan api yang melalap sebuah gedung lima lantai di kawasan Cikini Raya, Menteng, Rabu sore. Insiden yang dilaporkan warga sekitar pukul 14.45 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun sempat memicu kepanikan di kawasan padat aktivitas tersebut.
Kebakaran pertama kali terlihat oleh seorang saksi bernama Jimi, yang melihat kepulan asap tebal dan kobaran api dari lantai tiga gedung. Jimi sempat berupaya memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (APAR), namun api dengan cepat membesar dan merambat ke bagian bangunan lain. Petugas keamanan proyek di lokasi kemudian melaporkan kejadian itu ke Dinas Gulkarmat, yang langsung mengirimkan bantuan.
Respon petugas terbilang cepat. Unit pertama tiba di lokasi hanya empat menit setelah laporan diterima, dan operasi pemadaman dimulai pada pukul 14.52 WIB. Meski demikian, petugas menghadapi kendala berupa jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi kejadian. Hal ini sempat memperlambat proses pemadaman, namun api akhirnya berhasil dilokalisasi pada pukul 15.30 WIB dan proses pendinginan dimulai pukul 15.45 WIB. Operasi dinyatakan selesai pada pukul 17.32 WIB.
Secara total, 22 unit mobil pemadam dengan 110 personel dikerahkan untuk menjinakkan api. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai 7 x 6 meter, dan nilai kerugian masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang. Hingga operasi selesai, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan kebakaran di gedung-gedung bertingkat, terutama di kawasan padat seperti Cikini. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini menyoroti perlunya pemeliharaan sistem keselamatan kebakaran dan prosedur evakuasi yang baik. Bagi warga dan pengelola gedung di Jakarta, insiden ini juga menegaskan pentingnya respons cepat dan koordinasi dengan petugas pemadam kebakaran.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah ada standar yang lebih ketat untuk pencegahan kebakaran di gedung-gedung komersial dan hunian di Jakarta. Dengan meningkatnya jumlah bangunan bertingkat, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa setiap gedung memiliki sistem proteksi kebakaran yang memadai dan prosedur evakuasi yang jelas. Sementara itu, penyelidikan penyebab kebakaran di Cikini akan menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa terulang.



