Gempa M5,3 Guncang Pangandaran, KAI Hentikan Sementara Perjalanan KA Siliwangi
Baca dalam 60 detik
- PT KAI Daop 2 Bandung menghentikan sementara operasional KA Siliwangi usai gempa M5,3 yang berpusat di barat daya Pangandaran, sebagai langkah inspeksi menyeluruh jalur rel.
- Prosedur keselamatan ini berdampak pada lintas strategis Bandung Raya, dengan pemeriksaan prasarana yang masih berlangsung hingga Rabu malam.
- KAI menegaskan komitmennya pada keselamatan penumpang, dengan pembaruan informasi berkala melalui kanal resmi sebagai prioritas.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung langsung menghentikan sementara perjalanan Kereta Api Siliwangi pada rute Cipatat–Cianjur–Sukabumi, menyusul guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 yang berpusat di barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (4/6) malam. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap standar operasional keselamatan yang berlaku di lingkungan KAI, sekaligus untuk memastikan seluruh infrastruktur perkeretaapian dalam kondisi prima sebelum kembali beroperasi.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, saat dihubungi menjelaskan bahwa getaran gempa terasa di hampir seluruh wilayah operasional Daop 2, terutama pada lintas Stasiun Nagreg hingga Banjar, lintas Cibatu–Garut, serta lintas Cipatat–Gandasoli. Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (Pusdalopka) langsung menerjunkan petugas prasarana untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, terowongan, wesel, dan infrastruktur pendukung lainnya. Proses ini menjadi kunci sebelum kereta api diizinkan melaju kembali, karena keselamatan penumpang adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Kebijakan ini tentu berimplikasi pada mobilitas masyarakat yang menggantungkan transportasi kereta di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya. Penumpang yang sudah membeli tiket diimbau untuk memantau informasi resmi dari KAI, karena potensi keterlambatan tidak dapat dihindari. "Kami memahami adanya potensi keterlambatan yang dialami pelanggan akibat penghentian sementara perjalanan kereta api. Namun langkah ini harus kami lakukan demi memastikan seluruh perjalanan berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman," ujar Kuswardojo, menegaskan bahwa aspek keselamatan tidak bisa dikompromikan.
Hingga pukul 22.25 WIB, pemeriksaan prasarana masih berlangsung di sejumlah lintas yang terdampak. KAI Daop 2 Bandung berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan dan memberikan pembaruan informasi secara berkala melalui kanal resmi. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Setiap keputusan operasional, tegas Kuswardojo, selalu mengedepankan aspek keselamatan sebagai landasan utama penyelenggaraan perjalanan kereta api.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya ketahanan infrastruktur perkeretaapian di Indonesia yang berada di kawasan rawan gempa. Keputusan cepat KAI untuk menghentikan operasional merupakan praktik standar yang juga diterapkan di negara-negara dengan risiko seismik tinggi, seperti Jepang. Namun, kecepatan pemulihan layanan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak ekonomi dan sosial. Pertanyaannya, seberapa siapkah KAI menghadapi skenario gempa yang lebih besar? Dengan meningkatnya frekuensi guncangan di selatan Jawa, evaluasi menyeluruh terhadap prosedur tanggap darurat dan investasi teknologi inspeksi otomatis menjadi semakin mendesak untuk menjamin keselamatan sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap moda transportasi massal ini.



