Pemburu Treble: Ryu Hae-ran Pimpin British Open Wanita Usai Babak Pertama
Baca dalam 60 detik
- Pegolf Korea Selatan Ryu Hae-ran membuka kejuaraan dengan skor 66 pukulan, unggul satu stroke dari pesaing terdekat.
- Nelly Korda, peringkat satu dunia, justru terpuruk di posisi dua-over par setelah kesulitan di tiga hole awal.
- Penampilan Ryu menegaskan dominasinya di sirkuit LPGA setelah memenangi dua major beruntun sebelumnya.

Pebalap Korea Selatan, Ryu Hae-ran, langsung tancap gas pada putaran pertama Women's British Open di Royal Lytham & St Annes, Kamis (30/7). Dengan skor lima-under 66, ia memuncaki klasemen sementara dan membuka peluang meraih gelar major ketiga secara beruntun musim ini.
Ryu tampil trengginas sejak hole pertama. Birdie di par-3 pertama menjadi awal yang sempurna, disusul tambahan skor di hole keempat, keenam, dan ketujuh. Pukulan iron-nya yang presisi menjadi kunci untuk menciptakan peluang. Satu-satunya noda terjadi di hole ke-15 saat ia mencatat bogey, namun langsung ditebus dengan birdie spektakuler dari jarak 18 kaki di hole ke-16, ditutup birdie lagi di hole terakhir.
โJenis lapangan seperti ini sulit untuk membuat par jika Anda masuk ke bunker fairway. Hari ini saya beberapa kali masuk bunker, tapi berhasil melakukan penyelamatan yang cukup baik,โ ujar Ryu usai pertandingan. โSemoga besok saya bisa tetap di fairway.โ
Sementara itu, peringkat satu dunia Nelly Korda justru mengalami hari yang berat. Dua bogey di tiga hole pembuka membuatnya tak pernah pulih, dan ia harus puas dengan skor dua-over 73. Posisinya kini tertinggal tujuh stroke dari Ryu. โIni bukan awal yang saya inginkan, tapi masih ada tiga putaran ke depan,โ kata Korda, yang musim ini sudah mengoleksi dua gelar major.
Persaingan gelar juara juga diramaikan oleh Yealimi Noh, yang mencatat 67 pukulan dan menjadi pesaing terdekat Ryu. Sementara itu, pegolf tuan rumah Lottie Woad tampil solid dengan 69 pukulan tanpa bogey. Ia berharap bisa menjadi juara Inggris pertama sejak Georgia Hall pada 2018. โAwal yang bagus. Tidak ada bogey, itu selalu bagus di sini. Banyak fairway dan green yang kena. Meski tidak banyak putt yang masuk, saya pasti ambil dua-under,โ ujar Woad.
Dari kubu Asia, Lydia Ko asal Selandia Baru yang merupakan juara bertahan 2024 harus puas dengan skor par, sementara juara bertahan Miyu Yamashita masih satu-over setelah sembilan hole. Beberapa starter akhir mulai menunjukkan taring, seperti amatir Spanyol Paula Martin Sampedro yang empat-under setelah 13 hole, dan Jeeno Thitikul dari Thailand yang juga empat-under setelah sembilan hole.
Bagi pegolf Indonesia, penampilan Ryu dan persaingan ketat di papan atas menjadi tontonan menarik. Meski belum ada wakil Indonesia di turnamen ini, prestasi Ryu menunjukkan bahwa dominasi Asia di golf putri kian kuat. Pebalap Korea Selatan kini menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di setiap major.
Dengan tiga putaran tersisa, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Ryu mempertahankan konsistensinya dan menyelesaikan misi treble major? Ataukah Nelly Korda dan para penantang lain akan bangkit di hari-hari berikutnya? Jawabannya akan terungkap akhir pekan ini.



