Nelly Korda Incar Grand Slam Karir di Women's Open ke-50, Charley Hull Buru Gelar Mayor Pertama
Baca dalam 60 detik
- Pebalap nomor satu dunia Nelly Korda berpeluang menuntaskan Grand Slam karir jika menjuarai Women's Open di Royal Lytham pekan ini.
- Charley Hull, yang telah lima kali menjadi runner-up major, kembali mencoba peruntungan di turnamen edisi ke-50 bersama Brooke Henderson dan Hannah Green.
- Kejuaraan ini juga menjadi ajang kebangkitan Georgia Hall, juara 2018, yang baru kembali setelah melahirkan.

Nelly Korda, pebangkut nomor satu dunia dari Amerika Serikat, membidik sejarah di Women's Open Championship edisi ke-50 yang berlangsung di Royal Lytham & St Anne's, Inggris, mulai Kamis (30/7) pekan ini. Korda, yang telah mengoleksi tiga gelar mayor, hanya membutuhkan kemenangan di turnamen ini—atau Evian Championship—untuk menyelesaikan Grand Slam karir, sebuah pencapaian yang hanya diraih empat pegolf putri sepanjang masa.
Ambisi Korda tidak berhenti di situ. Bersama Ryu Haeran dari Korea, ia sudah mengantongi dua gelar mayor pada 2026 dan berpeluang menjadi wanita kelima yang memenangkan tiga major dalam satu tahun kalender. Keduanya akan memulai perjuangan pada pukul 08:42 BST di grup yang juga diisi oleh Lydia Ko dari Selandia Baru, yang merebut gelar Women's Open dari Korda tahun lalu.
Sementara itu, Charley Hull—pegolf Inggris berusia 30 tahun—kembali memburu gelar mayor pertamanya. Sudah lima kali ia harus puas sebagai runner-up di ajang major, termasuk di US Open Juni lalu. Hull akan bermain bersama Brooke Henderson (Kanada) dan Hannah Green (Australia) pada pukul 13:26 BST di dua putaran pembuka. Ia diyakini memiliki momentum setelah penampilan solidnya musim ini, meski tekanan di Royal Lytham bisa menjadi ujian mental tersendiri.
Nama besar lainnya adalah Georgia Hall, juara 2018 yang juga bertanding di Royal Lytham. Pegolf asal Bournemouth itu baru kembali ke sirkuit setelah melahirkan anak pertamanya awal tahun ini. Ia akan memulai putaran pada pukul 12:42 bersama juara 2019 Hinako Shibuno dari Jepang.
Dari sisi lokal, Indonesia tidak memiliki wakil di turnamen ini. Namun, bagi penggemar golf Tanah Air, persaingan puncak antara Korda, Hull, dan Lydia Ko bisa menjadi tontonan kelas dunia. Apalagi, Royal Lytham dikenal sebagai lapangan yang menuntut akurasi tinggi, dengan rough tebal dan bunker dalam yang kerap menjebak para pemain.
Women's Open edisi 50 ini juga menandai konsistensi penyelenggaraan sejak 1977. Untuk penggemar di Indonesia, siaran langsung dapat diakses melalui BBC iPlayer atau layanan streaming resmi, sementara laporan harian akan tersedia di kanal olahraga BBC Two. Babak final pada Minggu (2/8) rencananya akan disiarkan secara penuh, dengan para kontestan utama diperkirakan akan tampil pada jam-jam prime time di Inggris.
Dengan persaingan yang ketat di papan atas, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Korda mengatasi tekanan untuk mengukir sejarah, ataukah Hull akhirnya memecah kebuntuan gelar mayor? Atau mungkinkah ada kejutan dari pemain seperti Lydia Ko atau Ryu Haeran? Royal Lytham siap menjadi saksi.



