Pemburu Gelar Major: Thitikul Pimpin Putaran Pertama Women's Open, Ryu dan Kuwaki Mengintai
Baca dalam 60 detik
- Pegolf Thailand Jeeno Thitikul memimpin AIG Women's Open 2026 dengan skor tujuh-under 64, tanpa bogey di Royal Lytham & St Anne's.
- Haeran Ryu dari Korea Selatan, yang memburu tiga gelar major dalam setahun, berada di posisi kedua bersama Shiho Kuwaki dengan skor lima-under.
- Nelly Korda, peringkat satu dunia, justru tertinggal setelah mencatat dua-over-par 73, mengancam peluangnya untuk lolos cut.

Jeeno Thitikul, pegolf Thailand peringkat dua dunia, memimpin putaran pertama AIG Women's Open 2026 dengan skor tujuh-under 64 di Royal Lytham & St Anne's, Inggris. Penampilan tanpa bogey itu menjadi modal awal yang sempurna bagi pegolf berusia 23 tahun yang belum pernah memenangkan turnamen major sepanjang kariernya.
Thitikul, yang memiliki 11 finis di sepuluh besar major, tampil tenang dengan tujuh birdie, termasuk tiga birdie beruntun di sembilan hole pertama. Ia mengaku lebih mengutamakan konsistensi ketimbang sekadar mengejar satu gelar major. "Memenangkan satu major tidak berarti saya akan memiliki karier yang sukses. Saya lebih suka menjadi pemain yang konsisten daripada menang sekali lalu menghilang," ujarnya seusai putaran.
Di posisi kedua bersama, Haeran Ryu dari Korea Selatan dan Shiho Kuwaki dari Jepang sama-sama menorehkan skor lima-under 66. Ryu, yang baru saja memenangkan Evian Championship dua pekan lalu, membidik sejarah sebagai wanita kelima yang meraih tiga gelar major dalam satu tahun kalender. Ia memulai dengan empat birdie di sembilan hole pertama, meskipun sempat melakukan bogey di hole 15, namun ditutup dengan dua birdie di tiga hole terakhir.
Pegolf tuan rumah Inggris menunjukkan performa solid. Lottie Woad (22 tahun) yang menjadi salah satu favorit, mencatat skor dua-under 69 tanpa bogey. "Permulaan yang bagus. Tidak ada bogey, itu selalu menjadi putaran yang baik di sini. Saya banyak memukul fairway dan green," ujarnya. Charley Hull, yang lima kali menjadi runner-up major, juga menorehkan skor dua-under meskipun harus berjuang melawan rasa gugup. "Saya sangat gugup di tee pertama. Saya melewatkan beberapa putt yang seharusnya masuk, tapi saya merasa bisa bertahan dengan baik," kata Hull.
Di sisi lain, peringkat satu dunia Nelly Korda justru tampil mengecewakan. Pegolf Amerika Serikat itu mencatat dua-over-par 73 dengan empat bogey. Korda, yang memenangkan Chevron Championship dan US Open tahun ini, kini harus berjuang keras untuk lolos cut pada hari Jumat. Ia sebelumnya finis di posisi kedua pada Women's Open 2024. Sementara itu, Georgia Hall, juara Women's Open 2018 yang baru kembali bermain setelah melahirkan lima bulan lalu, mencatat skor lima-over 76.
Royal Lytham & St Anne's telah dua kali menjadi tuan rumah Women's Open, dan kedua kali dimenangkan oleh pegolf InggrisโCatriona Matthew (2009) dan Georgia Hall (2018). Tradisi itu menjadi motivasi tambahan bagi para pegolf tuan rumah. Dengan persaingan yang masih panjang, mampukah Thitikul mempertahankan keunggulan atau justru Ryu yang akan mencatat sejarah? Putaran kedua akan menjadi penentu awal bagi para pesaing.



