Fleming Resmi Latih Tim Tes Inggris, Root Kembali Jadi Kapten
Baca dalam 60 detik
- Mantan kapten Selandia Baru Stephen Fleming ditunjuk sebagai pelatih tim tes Inggris, menggantikan Brendon McCullum yang dipecat.
- Joe Root kembali memegang ban kapten setelah sebelumnya sukses memimpin Inggris meraih 27 kemenangan tes dalam 65 laga.
- Fleming akan memulai tugasnya pada tur Afrika Selatan Desember mendatang, sementara laga melawan Pakistan ditangani pelatih sementara.

Stephen Fleming, mantan kapten Selandia Baru yang sukses membesut Chennai Super Kings di IPL, resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala tim tes Inggris. Ia akan berduet dengan Joe Root yang kembali dipercaya memegang ban kapten, menggantikan Brendon McCullum yang dipecat setelah serangkaian hasil buruk dan insiden di luar lapangan.
Fleming, 53 tahun, belum pernah menangani tim nasional sebelumnya. Namun, reputasinya di pentas T20 franchise tak diragukan lagi. Selama 17 musim menukangi Chennai Super Kings, ia mempersembahkan lima gelar IPLโrekor terbanyak sepanjang sejarah liga. Pengalaman panjang di kompetisi bertekanan tinggi itu dinilai menjadi modal berharga untuk membangun kembali skuat tes Inggris yang tengah terpuruk.
Keputusan memulangkan Root sebagai kapten juga menjadi sinyal bahwa England and Wales Cricket Board (ECB) ingin mengembalikan stabilitas. Root, 35 tahun, sebelumnya memimpin Inggris dalam 65 laga tes dengan raihan 27 kemenanganโrekor terbanyak bagi kapten Inggris. Ia mengaku antusias bekerja sama dengan Fleming. โDia pemimpin luar biasa dengan pengetahuan mendalam tentang permainan. Saya ingin membantu menciptakan lingkungan yang menang,โ ujarnya.
Fleming mengaku terhormat mendapat kepercayaan menangani tim tes Inggris. โIni salah satu posisi kepelatihan paling prestisius di kriket dunia,โ katanya. Namun, ia tak akan langsung turun tangan pada seri melawan Pakistan yang dimulai 19 Agustus. Asisten pelatih Marcus Trescothick akan menjadi pelatih sementara. Fleming akan menghabiskan waktu bersama keluarga di Selandia Baru sebelum terbang ke Inggris pada akhir musim panas untuk mempersiapkan tur Afrika Selatan.
Bagi penggemar kriket Indonesia, pergantian ini menarik dicermati. Inggris selama ini menjadi salah satu kiblat permainan tes, dan keputusan ECB memilih figur non-Inggris seperti Fleming menunjukkan globalisasi kepelatihan kriket semakin nyata. Di sisi lain, kembalinya Root sebagai kapten bisa menjadi inspirasi bagi pemain-pemain Asia, termasuk Indonesia, bahwa konsistensi dan kepemimpinan matang tetap dihargai di level tertinggi.
Pertanyaan besarnya: mampukah Fleming mengulang suksesnya di IPL ke pentas tes yang membutuhkan pendekatan berbeda? Atau justru pendekatan T20-nya akan menyegarkan cara bermain Inggris yang selama ini dikenal agresif di bawah McCullum? Jawabannya baru akan terlihat saat Inggris berhadapan dengan Afrika Selatan pada Desember mendatang.



