Newcastle Tebus Klausul €30 Juta untuk Kiper Masa Depan, Hornicek Jadi Rekrutan Pertama Jaissle
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United mengaktifkan klausul rilis €30 juta untuk mengamankan jasa kiper SC Braga, Lukas Hornicek, sebagai pembelian pertama era Matthias Jaissle.
- Kedatangan Hornicek diproyeksikan menggusur Nick Pope dari posisi kiper utama, menandai perombakan besar di lini belakang The Magpies.
- Dengan usia 24 tahun dan catatan 12 clean sheet musim lalu, Hornicek dinilai sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan bagi Newcastle.

Newcastle United resmi mengaktifkan klausul rilis senilai €30 juta atau sekitar £25 juta untuk merekrut kiper SC Braga, Lukas Hornicek, yang menjadi pembelian perdana di bawah pelatih anyar Matthias Jaissle. Langkah ini diambil di tengah gelombang perubahan besar di St James' Park setelah kepergian sejumlah pilar penting.
Keputusan Newcastle bergerak cepat di bursa transfer tak lepas dari situasi krisis yang melanda klub. Dalam beberapa pekan terakhir, The Magpies kehilangan Sandro Tonali dan Anthony Gordon, sementara Bruno Guimaraes dikabarkan menjadi incaran klub lain. Lebih dari itu, manajer Eddie Howe yang telah membawa Newcastle dari jurang degradasi ke Liga Champions dan meraih Piala Liga Inggris memutuskan hengkang setelah enam tahun membesut tim.
Sebagai pengganti, Newcastle menunjuk Matthias Jaissle, pelatih asal Jerman yang sebelumnya menukangi Al Ahli. Meski namanya belum setenar pelatih papan atas Eropa, Jaissle dianggap punya rekam jejak mentereng setelah memenangi Liga Champions AFC dua kali berturut-turut. Keputusan ini dinilai berani, namun Public Investment Fund (PIF) selaku pemilik yakin dengan kapasitas Jaissle untuk membangun ulang skuad.
Hornicek, kiper asal Republik Ceko berusia 24 tahun, menjadi target utama Newcastle setelah menunjukkan performa impresif bersama SC Braga di Liga Portugal. Musim lalu ia mencatatkan 12 clean sheet dan hanya kebobolan 33 gol dari seluruh kompetisi. Kemampuannya dalam menghadapi penalti juga patut diacungi jempol: dua tendangan penalti berhasil digagalkan dengan persentase penyelamatan mencapai 69%.
Kedatangan Hornicek diprediksi akan menggeser Nick Pope dari posisi kiper utama. Pope, yang telah menjadi andalan Newcastle sejak 2022, dikabarkan akan meninggalkan klub pada musim panas ini. Langkah ini menjadi bagian dari perombakan besar-besaran di lini belakang yang tengah dirancang Jaissle. Selain Hornicek, Newcastle juga telah mendatangkan Ewen Jaouen sebagai kiper pelapis.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Newcastle di bursa transfer ini menarik untuk dicermati. Klub yang dimiliki oleh PIF Arab Saudi ini terus menunjukkan ambisi untuk bersaing di papan atas Premier League. Investasi pada pemain muda seperti Hornicek menjadi sinyal bahwa Newcastle tidak hanya berburu hasil instan, tetapi juga membangun fondasi jangka panjang. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang mulai berani merekrut pemain asing berkualitas, namun kerap terjebak pada pemain berusia di atas 30 tahun.
Menurut analis sepak bola Eropa, perekrutan Hornicek adalah langkah cerdas Newcastle. "Dengan usia 24 tahun dan statistik yang solid, Hornicek punya potensi menjadi kiper kelas dunia. Newcastle tidak hanya mendapatkan pemain siap pakai, tetapi juga aset yang nilainya bisa meningkat," ujar seorang pengamat yang enggan disebut namanya.
Musim depan akan menjadi ujian berat bagi Jaissle dan skuad barunya. Dengan persaingan ketat di Premier League, Newcastle harus segera menemukan ritme permainan. Pertanyaan besarnya: apakah Hornicek mampu langsung beradaptasi dengan kerasnya sepak bola Inggris? Atau justru Pope yang lebih berpengalaman akan tetap dipertahankan? Hanya waktu yang bisa menjawab.



