PUBG Raup Pendapatan 25% Lebih Tinggi di Semester I 2026, Bukti Daya Tahan Game Lawas
Baca dalam 60 detik
- Krafton melaporkan pertumbuhan pendapatan 25% dari waralaba PUBG pada paruh pertama 2026, didorong oleh basis pemain setia di PC dan mobile.
- PUBG: Battlegrounds tetap bertengger di lima besar game terpopuler Steam, sementara PUBG Mobile dan Battlegrounds Mobile India turut berkontribusi signifikan.
- Kinerja ini menegaskan bahwa game battle royale yang sudah berusia sembilan tahun masih mampu bersaing di tengah gempuran judul baru.

Waralaba PUBG, yang sempat dianggap meredup, justru mencatatkan lonjakan pendapatan 25 persen pada semester pertama 2026. Angka ini diumumkan oleh Krafton, pengembang asal Korea Selatan, dalam laporan keuangan terbarunya. Capaian itu membuktikan bahwa game battle royale yang dirilis sejak 2017 itu masih memiliki daya tarik kuat di tengah persaingan industri yang kian ketat.
Menurut laporan Krafton, pertumbuhan tersebut didorong oleh kombinasi performa tangguh PUBG: Battlegrounds di PC dan kontribusi dari dua varian mobile, yaitu PUBG Mobile dan Battlegrounds Mobile India. Di Steam, PUBG: Battlegrounds secara konsisten berada di lima besar game paling banyak dimainkan, bahkan kerap menempati posisi puncak. Penambahan mode permainan baru di versi PC disebut menjadi salah satu faktor yang mempertahankan minat pemain lama sekaligus menarik pemain baru.
Keberhasilan ini menarik untuk dicermati dari sisi strategi bisnis. Krafton tidak hanya mengandalkan basis pemain yang sudah mapan, tetapi juga terus menghadirkan pembaruan konten secara berkala. Pendekatan ini membuat PUBG tetap relevan meskipun banyak pesaing baru bermunculan, seperti Call of Duty: Warzone, Apex Legends, dan Fortnite. Analis industri menilai bahwa loyalitas komunitas PUBG menjadi aset utama yang sulit ditiru oleh game lain.
Bagi Indonesia, berita ini memiliki resonansi tersendiri. PUBG Mobile sempat menjadi salah satu game mobile paling populer di Tanah Air, dengan basis pemain yang besar. Meskipun popularitasnya sempat tergerus oleh Free Fire dan Mobile Legends, data Krafton menunjukkan bahwa ekosistem PUBG secara global masih sehat. Hal ini bisa menjadi sinyal positif bagi para pengembang game lokal yang ingin belajar dari strategi Krafton dalam mempertahankan siklus hidup game.
Ke depan, tantangan terbesar Krafton adalah menjaga momentum pertumbuhan di tengah perubahan preferensi gamer dan kemajuan teknologi. Pertanyaan yang mengemuka: akankah PUBG mampu bertahan satu dekade lebih, atau justru akan tergerus oleh inovasi baru seperti game berbasis cloud atau AI?



