De Zerbi Bertekad Pertahankan Spence di Tottenham: 'Saya Ingin Kamu Bertahan'
Baca dalam 60 detik
- Manajer Tottenham Roberto de Zerbi secara terbuka menyatakan keinginannya mempertahankan bek kanan Djed Spence yang dikaitkan dengan Inter Milan dan Everton.
- Spurs telah menggelontorkan dana £237 juta musim panas ini untuk membangun ulang skuad setelah nyaris terdegradasi, menciptakan persaingan ketat di posisi Spence yang kini diisi Pedro Porro.
- De Zerbi mengakui masih akan mendatangkan satu pemain serang lagi, dengan Bradley Barcola, Marcus Rashford, dan Victor Osimhen masuk dalam daftar calon.

Manajer Tottenham Hotspur, Roberto de Zerbi, mengaku akan melakukan pendekatan personal untuk meyakinkan bek kanan Djed Spence agar bertahan di klub, di tengah spekulasi kepindahan pemain timnas Inggris tersebut ke Inter Milan dan Everton. Dalam pernyataan yang disampaikan di Sydney, De Zerbi menegaskan bahwa ia melihat Spence sebagai bagian penting dari rencananya, meskipun persaingan di posisi yang sama semakin ketat setelah belanja besar-besaran Spurs musim panas ini.
Spence, 25 tahun, yang musim lalu tampil dalam 23 dari 30 pertandingan Premier League sebagai starter, kini harus bersaing dengan Pedro Porro—pemain yang disebut De Zerbi sebagai "yang terbaik di dunia" di posisi bek kanan. Situasi ini memicu spekulasi bahwa Spence mungkin akan hengkang untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak. Namun, De Zerbi menegaskan bahwa ia ingin Spence bertahan, dengan syarat sang pemain juga memiliki keinginan yang sama.
"Saya ulangi apa yang saya katakan kepada Djed, dan kepada Lucas (Bergvall)," ujar De Zerbi, merujuk pada pernyataannya sehari sebelumnya tentang gelandang Swedia yang tengah diminati banyak klub. "Saya ingin kamu bertahan jika kamu mau bertahan. Jika kamu tidak mau bertahan, jika kamu ingin pergi, maka kamu harus pergi."
Pernyataan ini muncul di tengah musim panas yang sibuk bagi Tottenham. Klub asal London utara itu telah menghabiskan dana rekor £237 juta untuk merekrut pemain baru, termasuk Mateus Fernandes dari West Ham (£85 juta), Sandro Tonali dari Newcastle (£100 juta), dan Jan Paul van Hecke dari Brighton (£52 juta). Tiga pemain senior—Marcos Senesi, Andrew Robertson, dan Martin Dubravka—juga bergabung dengan status bebas transfer. Langkah ini merupakan bagian dari rencana besar De Zerbi untuk membangun kembali skuad setelah Spurs nyaris terdegradasi musim lalu, finis di peringkat ke-17 untuk dua musim beruntun.
Selain Spence, sejumlah pemain kunci juga disebut akan meninggalkan klub. Kapten Cristian Romero, yang dikritik karena terbang ke Argentina saat cedera sebelum laga terakhir musim lalu, diakui De Zerbi memiliki keinginan untuk pergi. "Pada awal masa saya di bulan April, saya melakukan, entahlah, satu juta pertemuan individu. Dan para pemain memberi tahu saya apakah mereka akan bertahan atau tidak," kenang De Zerbi. "Saya berkata: 'Ya, bantu saya untuk bertahan di liga, dan kemudian saya bantu kamu pergi. Jika kamu tidak membantu saya bertahan, kamu akan tenggelam bersama saya.'" Kiper Italia Guglielmo Vicario juga diperkirakan akan hengkang setelah kehilangan tempat utama dari Antonin Kinsky.
De Zerbi juga mengonfirmasi bahwa Spurs masih memburu satu pemain serang lagi, selain Savinho dari Manchester City yang sedang dalam negosiasi lanjutan. Pelatih asal Italia itu menggunakan istilah "bomba" untuk menggambarkan target berikutnya, namun enggan menyebut nama. Spekulasi pun merebak: Bradley Barcola (PSG) yang dihargai £140 juta, Marcus Rashford (Manchester United) dengan klausul rilis £40 juta, Victor Osimhen (Galatasaray), Cody Gakpo (Liverpool), Pedro Neto (Chelsea), atau Rafael Leao (AC Milan) menjadi kandidat potensial.
"Saya tidak suka bekerja dengan rencana A, rencana B, rencana C. Ini rencana A, titik. Karena semua pemain tidak sama," tegas De Zerbi. "Kami harus meningkatkan jumlah gol." Dengan belanja besar yang sudah dilakukan dan satu target serang lagi di depan mata, Tottenham musim panas ini benar-benar bertransformasi. Pertanyaannya, akankah Djed Spence menjadi bagian dari proyek jangka panjang De Zerbi, atau justru menjadi salah satu dari sekian banyak pemain yang harus angkat koper dari London Utara?



