Ibu Negara Salurkan Rp500 Juta untuk 1.000 Pedagang Kaki Lima di Ile-Ife
Baca dalam 60 detik
- Oluremi Tinubu menggulirkan dana Rp500 juta bagi seribu pedagang kecil di Ile-Ife, Osun, sebagai bagian dari program pemberdayaan Renewed Hope Initiative.
- Setiap penerima mendapat Rp5 juta untuk modal usaha, dengan harapan mampu mendongkrak kesejahteraan keluarga dan mengurangi kemiskinan akut.
- Program ini juga dimanfaatkan untuk menggalang dukungan politik menjelang pemilihan gubernur Osun dan pemilu presiden 2027.

Ibu Negara Nigeria, Senator Oluremi Tinubu, mengucurkan dana sebesar 50 juta naira (setara Rp500 juta) kepada seribu pedagang kaki lima di Ile-Ife, Negara Bagian Osun, pada Rabu lalu. Bantuan tunai ini merupakan bagian dari program unggulan Renewed Hope Initiative yang digagas pemerintah federal untuk memperkuat sektor informal dan menekan angka kemiskinan di tengah tekanan ekonomi yang masih tinggi.
Acara penyerahan berlangsung di Kensington Hall, kompleks Istana Ooni Ife. Masing-masing penerima memperoleh 50.000 naira (sekitar Rp500 ribu) yang diharapkan dapat digunakan sebagai modal tambahan untuk mengembangkan usaha mikro mereka. Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Alhaja Kudirat Fakokunde, Ketua Wanita Partai All Progressives Congress (APC) Osun, Ibu Negara mengingatkan agar bantuan tersebut dikelola secara produktif, bukan sekadar untuk konsumsi jangka pendek.
“Intervensi ini dirancang untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan kesejahteraan keluarga,” ujar Oluremi Tinubu dalam pernyataan yang dikutip dari keterangan resmi. Ia menekankan bahwa program ini menyasar kelompok paling rentan yang selama ini terpinggirkan dari akses permodalan formal.
Senada dengan Ibu Negara, Dr. Sekinat Oyebamiji—istri calon gubernur APC di Osun—mendorong para pedagang untuk memanfaatkan dana tersebut secara optimal. Sementara itu, Kafayat Oyetola, istri Menteri Kelautan dan Ekonomi Biru Adegboyega Oyetola, menyelipkan ajakan politik kepada warga Ile-Ife untuk mendukung calon gubernur APC pada pemilu 15 Agustus mendatang serta mendukung Presiden Bola Tinuju pada pemilu 2027.
Ooni Ife, Oba Adeyeye Ogunwusi, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, program pemberdayaan semacam ini sangat tepat sasaran karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat kecil. “Renewed Hope Initiative menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengangkat derajat kaum dhuafa. Pemberdayaan sejati harus menyasar mereka yang benar-benar membutuhkan,” kata sang raja tradisional. Ia juga memastikan bahwa seluruh penerima yang telah terverifikasi akan menerima dana tersebut dan mendorong mereka untuk menggunakannya secara produktif.
Program ini menjadi sorotan karena dilakukan di tengah kampanye politik menjelang pemilihan gubernur Osun. Kehadiran istri calon gubernur dan ajakan dukungan dari Kafayat Oyetola menimbulkan spekulasi bahwa bantuan sosial ini juga berfungsi sebagai alat mobilisasi massa. Namun, pemerintah membantah adanya muatan politis dan menegaskan bahwa program ini murni bagian dari agenda pengentasan kemiskinan nasional.
Bagi Indonesia, skema pemberdayaan serupa bisa menjadi bahan perbandingan. Di tengah upaya pemerintah mendorong inklusi keuangan dan penguatan UMKM, program bantuan tunai bersyarat seperti ini kerap diuji efektivitasnya. Pertanyaan yang muncul: apakah pemberian modal langsung tanpa pendampingan usaha mampu mendorong pertumbuhan bisnis mikro secara berkelanjutan, atau justru menimbulkan ketergantungan?
Ke depan, keberhasilan program ini akan diukur dari sejauh mana para pedagang mampu mengembangkan usahanya dalam enam bulan ke depan. Jika terbukti efektif, model Renewed Hope Initiative berpotensi direplikasi di negara bagian lain di Nigeria—dan mungkin menjadi referensi bagi negara berkembang lain yang menghadapi tantangan serupa.



