Shigeru Miyamoto di Usia 73: Belum Ada Rencana Pensiun, Target 10 Tahun Lagi
Baca dalam 60 detik
- Shigeru Miyamoto, kreator legendaris Nintendo, menyatakan keinginannya tetap aktif membuat gim setidaknya satu dekade ke depan meski usianya sudah 73 tahun.
- Ia mengaku keluarganya mendorongnya untuk mengurangi beban kerja, namun Miyamoto memilih terus berkontribusi sambil membina generasi penerus di Nintendo.
- Sikap Miyamoto mencerminkan tantangan regenerasi di industri kreatif global, termasuk di Indonesia, di mana figur senior kerap menjadi penjaga visi perusahaan.

Shigeru Miyamoto, tokoh di balik waralaba ikonik seperti Super Mario dan The Legend of Zelda, menegaskan bahwa dirinya belum berniat pensiun. Dalam wawancara terbaru dengan majalah Famitsu yang dikutip Nintendo Everything, pria berusia 73 tahun itu mengaku berharap masih bisa terlibat dalam pengembangan gim selama sepuluh tahun ke depan. Meski keluarganya mendorongnya untuk lebih santai, Miyamoto justru menunjukkan semangat yang tak kendor.
“Perasaan ‘saya harap kita bisa terus berjalan’ sangat cocok dengan diri saya,” ujar Miyamoto dalam wawancara tersebut. Ia bahkan bercanda bahwa di lokasi syuting produksi Nintendo, rekan-rekannya sering berkata, “Tidak akan mengejutkan jika saya tumbang besok, jadi pastikan kalian baik-baik saja.” Candaan itu, menurutnya, mencerminkan kesadaran akan usia, namun bukan berarti ia akan berhenti.
Saat ini, Miyamoto tidak lagi mengawasi langsung proyek-proyek besar seperti masa jayanya. Namun, ia tetap terlibat dalam produksi gim, film, dan taman tema Nintendo. Ia mengaku tidak memiliki target pensiun tertentu. “Motivasi saya masih sekuat dulu,” katanya. Miyamoto lebih memilih untuk secara perlahan mewariskan pengalamannya kepada generasi muda ketimbang mempersiapkan kepergian mendadak.
Pernyataan Miyamoto ini muncul di tengah diskusi tentang regenerasi di industri gim. Banyak perusahaan besar bergantung pada figur karismatik untuk menjaga identitas merek. Di Nintendo sendiri, Miyamoto adalah simbol kreativitas yang sulit digantikan. Namun, ia percaya bahwa masa depan perusahaan ada di tangan para kreator berbakat yang telah ia bina. “Saya hanya ingin terus memberikan kontribusi yang berarti,” tegasnya.
Bagi industri gim Indonesia, kisah Miyamoto menjadi pengingat pentingnya kaderisasi. Beberapa studio lokal seperti Toge Productions dan Mojiken Studio telah mulai melibatkan generasi muda dalam posisi kunci. Namun, masih jarang figur senior yang secara eksplisit menyiapkan suksesi seperti yang dilakukan Miyamoto. Regenerasi yang terencana bisa menjadi kunci keberlanjutan kreativitas di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Miyamoto juga menyoroti bahwa ia tidak memiliki rencana untuk berhenti dalam waktu dekat. “Selama saya bisa memberikan kontribusi yang berarti, saya akan terus melakukannya,” ujarnya. Sikap ini mengingatkan pada pendiri Nintendo, Fusajiro Yamauchi, yang bekerja hingga usia lanjut. Pertanyaannya kini: mampukah Nintendo mempertahankan semangat inovasi tanpa kehadiran langsung Miyamoto di masa depan?



