Tom Selleck Rela Gaji Dipotong 25 Persen Demi Selamatkan Blue Bloods, Tetap Gagal
Baca dalam 60 detik
- Tom Selleck dan pemain Blue Bloods sepakat menerima pemotongan gaji 25% pada musim terakhir demi menjaga kelangsungan serial.
- Meski rating serial tersebut berada di peringkat keenam dari 100 acara TV teratas, CBS tetap memutuskan untuk mengakhiri tayangan setelah 15 musim.
- Selleck mengaku kecewa karena seluruh pemain ingin kembali, namun keputusan akhir berada di tangan jaringan televisi.

Tom Selleck, aktor utama serial polisi Blue Bloods, mengungkapkan bahwa ia dan para pemain lainnya rela menerima pemotongan gaji hingga 25 persen demi menyelamatkan acara tersebut dari pembatalan. Namun, upaya itu tetap tidak mampu mengubah keputusan jaringan CBS untuk mengakhiri tayangan setelah 15 musim.
Dalam wawancara dengan podcast Where Everybody Knows Your Name, Selleck yang kini berusia 81 tahun menceritakan bahwa pada musim terakhir, seluruh kru dan pemain berkumpul dalam makan malam keluarga—tradisi khas Blue Bloods—dan sepakat untuk kembali. "Kami semua sudah mengambil pemotongan gaji 25 persen. Tidak ada yang ingin pergi. Semua orang akan bertahan," ujar Selleck. Ia menambahkan bahwa mempertahankan susunan pemain yang sama selama bertahun-tahun merupakan pencapaian langka di industri televisi.
Kekecewaan Selleck semakin mendalam karena Blue Bloods masih memiliki basis penggemar yang kuat. Menurut data yang ia kutip, pada tahun ke-15 penayangannya, serial tersebut menduduki peringkat keenam dari 100 acara televisi teratas di AS. "Sulit menerima bahwa acara yang masih populer harus berakhir," katanya.
Fenomena pembatalan acara populer ini juga relevan untuk industri televisi di Indonesia. Banyak serial lokal yang bernasib serupa, seperti Dunia Terbalik atau Preman Pensiun, yang sempat meraih rating tinggi namun tetap dihentikan karena pertimbangan bisnis stasiun TV. Keputusan seperti ini seringkali menimbulkan kekecewaan di kalangan penggemar dan pelaku industri, terutama ketika acara masih memiliki potensi komersial.
Di sisi lain, Selleck juga mengenang pengalamannya bermain di Friends sebagai Dr. Richard Burke. Awalnya ia hanya dijadwalkan tampil dalam tiga episode, namun akhirnya menjadi sepuluh episode setelah ia secara spontan menyatakan kesediaannya. "Mereka tidak punya naskah lengkap, hanya ide. Saya harus mengambil lompatan keyakinan," kenangnya. Kini, Selleck mengaku ingin kembali berakting di genre komedi, asalkan jenis komedi yang tepat—seperti Friends atau Three Men and a Baby yang mampu membuat penonton tertawa sekaligus terharu.
Keputusan CBS untuk mengakhiri Blue Bloods meskipun ada pemotongan gaji dan rating tinggi menimbulkan pertanyaan: apakah jaringan televisi lebih mengutamakan strategi konten baru ketimbang mempertahankan acara yang sudah terbukti sukses? Di era streaming, nasib serial panjang seperti ini menjadi cermin bagi industri pertelevisian global, termasuk Indonesia, di mana loyalitas pemirsa kerap dikorbankan demi efisiensi biaya produksi.



