Jared Leto Bantah Keras Tuduhan Pelecehan Seksual Sepuluh Perempuan
Baca dalam 60 detik
- Aktor Jared Leto menyangkal tuduhan pelecehan dan kekerasan seksual yang dilayangkan sepuluh perempuan dalam dokumenter BBC.
- Para korban mengaku mengalami peristiwa tersebut antara 2002 hingga 2016, termasuk saat mereka masih di bawah umur.
- Ini bukan pertama kalinya Leto menghadapi tuduhan serupa; pada 2025 ia juga membantah kasus serupa dari investigasi Air Mail.

Aktor sekaligus musisi Jared Leto dengan tegas membantah tuduhan pelecehan seksual yang dilayangkan sepuluh perempuan dalam sebuah dokumenter BBC yang tayang pada Rabu (29/7). Dalam pernyataan resminya, pemenang Oscar berusia 54 tahun itu menyebut seluruh klaim tersebut absolut dan kategoris palsu.
Dokumenter berjudul Jared Leto: Hollywoodโs Dark Secret menampilkan kesaksian sembilan dari sepuluh perempuan yang untuk pertama kalinya angkat bicara. Mereka mengaku menjadi korban perilaku tidak senonoh Leto dalam rentang waktu 2002 hingga 2016. Dua di antaranya menuduh aktor Dallas Buyers Club itu melakukan kekerasan seksual saat mereka berusia 17 tahun. Seorang korban lainnya mengaku diancam akan diperkosa ketika berusia 19 tahun.
Seorang perempuan lain menceritakan pengalamannya menerima panggilan telepon bernada seksual eksplisit dari vokalis band Thirty Seconds to Mars itu saat ia masih berusia 16 tahun. Leto diduga mengajaknya berhubungan intim. Empat perempuan lainnya melaporkan pelecehan seksual melalui sambungan telepon dari sang musisi.
Ini bukan kali pertama Jared Leto berhadapan dengan tuduhan serupa. Pada 2025, beberapa perempuan lain melaporkannya dalam investigasi yang dilakukan majalah digital Amerika Serikat, Air Mail. Kala itu, aktor peraih Oscar untuk kategori Aktor Pendukung Terbaik tahun 2014 tersebut juga membantah telah melakukan tindakan tidak pantas.
Kasus ini kembali menyoroti budaya diam di industri hiburan Hollywood yang kerap melindungi pelaku berkuasa. Meski gerakan #MeToo telah mendorong lebih banyak korban bersuara, masih banyak kasus yang berakhir tanpa konsekuensi hukum karena keterbatasan bukti atau kedaluwarsa. Di Indonesia, isu kekerasan seksual juga menjadi perhatian serius setelah disahkannya Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) pada 2022, meskipun implementasinya masih menghadapi tantangan.
Pertanyaan besar kini menggantung: akankah dokumenter BBC ini membuka jalan bagi penyelidikan lebih lanjut, atau hanya akan menjadi babak baru dalam siklus tuduhan dan bantahan yang tak kunjung usai? Publik menanti langkah selanjutnya dari pihak berwenang dan industri film terhadap aktor yang telah lama menjadi ikon Hollywood tersebut.



