Atubolu Cetak Rekor Penalti Bundesliga, Frankfurt Hajar Mainz 3-1
Baca dalam 60 detik
- Noah Atubolu menorehkan sejarah baru dengan menyelamatkan enam penalti beruntun di Bundesliga, mematahkan rekor sebelumnya.
- Kemenangan 3-1 atas Mainz menjadi titik balik Frankfurt setelah awal musim yang buruk, dengan Atubolu sebagai pahlawan.
- Performa impresif Atubolu di bawah pengawasan pelatih Jerman Jürgen Klopp membuka peluang debut di timnas.

Eintracht Frankfurt meraih kemenangan penting 3-1 atas Mainz dalam derby Rhine-Main pada pekan ketiga Bundesliga. Namun, sorotan utama tertuju kepada kiper Noah Atubolu yang kembali menorehkan rekor penyelamatan penalti beruntun, Sabtu (14/9).
Bermain di kandang Mainz, Frankfurt unggul lebih dulu melalui gol cepat Can Uzun. Namun, tuan rumah mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan pada akhir babak pertama setelah Raphael Onyedika menjatuhkan Sheraldo Becker di kotak penalti. Atubolu yang bersatus pinjaman dari Freiburg, menebak arah dengan tepat dan menepis tendangan penalti Nadiem Amiri, mempertahankan keunggulan Frankfurt.
Bagi Atubolu, ini adalah penyelamatan penalti keenam secara beruntun di Bundesliga, memperpanjang rekor yang ia mulai hampir setahun lalu ketika menjadi kiper pertama dalam sejarah Bundesliga yang menyelamatkan lima penalti berturut-turut. Menariknya, aksi heroiknya tersebut disaksikan langsung oleh pelatih timnas Jerman, Jürgen Klopp.
Atas penyelamatan tersebut, Atubolu pun menuai pujian. Dengan rendah hati ia mengatakan kepada DAZN, "Saya percaya pada diri sendiri dan kemampuan saya. Semuanya berjalan baik pada akhirnya." Sementara itu, Amiri yang gagal mengeksekusi penalti mengakui, "Noah mencoba mengganggu saya, tapi itu biasa dilakukan kiper. Biasanya saya mencetak gol, tapi hari ini tidak. Itu bagian dari sepak bola."
Penyelamatan Atubolu menjadi momen krusial bagi Frankfurt yang tengah berjuang bangkit setelah dua laga awal yang mengecewakan. Sebelumnya, mereka bermain imbang 3-3 dengan Union Berlin dan kalah 4-1 dari Augsburg di kandang. Pelatih Adi Hütter menyebut penyelamatan itu sebagai titik balik. "Titik baliknya jelas penyelamatan penalti Atubolu dan gol Burkardt tepat sebelum turun minum," ujarnya. "Ini kemenangan yang sangat penting bagi kami dan para penggemar."
Frankfurt menambah keunggulan pada menit ke-60 melalui gol pertama Uzun memanfaatkan umpan silang Mario Götze. Kemenangan ini membawa angin segar bagi Hütter yang sedang membangun kembali timnya untuk bersaing di kompetisi Eropa. Atubolu, yang musim lalu membawa Freiburg ke final Liga Europa, akan menjadi kunci dalam upaya tersebut.
"Saya percaya pada diri sendiri dan kemampuan saya. Semuanya berjalan baik pada akhirnya." - Noah Atubolu
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Atubolu menjadi contoh nyata bagaimana kiper muda bisa mencuri perhatian di liga top Eropa. Rekor ini juga menegaskan pentingnya mentalitas dan analisis dalam menghadapi penalti, sesuatu yang bisa menjadi pelajaran berharga bagi pengembangan kiper di Tanah Air. Keberadaan Klopp di tribun pun menambah spekulasi bahwa Atubolu berpeluang masuk skuad timnas Jerman dalam waktu dekat.
Dengan usia yang masih 24 tahun, Atubolu memiliki masa depan cerah. Akankah rekor ini berlanjut dan membawanya ke panggung internasional? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: eksekutor penalti berikutnya akan menghadapi tekanan luar biasa.



