Hadiah Total Rp800 Juta: Afreximbank dan Gebeya Buka Lomba Kreator Afrika
Baca dalam 60 detik
- Afreximbank dan Gebeya meluncurkan CANEX Create-thon 2026 dengan total hadiah USD 50.000 untuk kreator musik, video, dan gim di Afrika.
- Kompetisi ini berbeda dari ajang pitch biasa karena peserta wajib mengirimkan prototipe atau proyek kreatif yang sudah jadi, bukan sekadar ide.
- Pendaftaran dibuka 30 Juli hingga 19 Agustus 2026, dengan sprint kreasi empat hari pada 20-24 Agustus 2026.

Afreximbank melalui program Creative Africa Nexus (CANEX) bersama perusahaan teknologi pan-Afrika Gebeya menggelar kompetisi bertajuk CANEX Create-thon 2026 yang menyediakan total hadiah USD 50.000 atau sekitar Rp800 juta bagi para kreator di benua Afrika. Ajang ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan akses pendanaan dan infrastruktur digital yang selama ini menghambat pertumbuhan industri kreatif Afrika.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu (14/6/2026), Vincent Musumba, Communications and Events Manager Afreximbank, menjelaskan bahwa kompetisi ini terbuka bagi kreator amatir, emerging, maupun profesional di seluruh Afrika โ baik individu maupun tim โ tanpa perlu dukungan perusahaan produksi atau studio konvensional. Peserta akan mendapatkan akses ke platform Dala Studio milik Gebeya, sumber daya komputasi, serta dukungan teknis selama sprint kreasi empat hari yang dijadwalkan pada 20-24 Agustus 2026.
Berbeda dengan kompetisi pitch pada umumnya, CANEX Create-thon mewajibkan peserta untuk mengembangkan dan mengirimkan prototipe kerja atau proyek kreatif yang sudah rampung di tiga kategori: musik, video, dan gim. โIni bukan sekadar lomba presentasi. Kami ingin melihat apa yang bisa dihasilkan kreator Afrika ketika diberi alat digital, pendanaan, dan bimbingan yang memadai,โ ujar Temwa Gondwe, Director of Creatives and Diaspora at Afreximbank, dalam pernyataan yang sama.
Gondwe menambahkan bahwa kreator Afrika selama ini memiliki bakat digital yang mumpuni, tetapi kerap kekurangan dukungan finansial dan akses teknologi untuk mengembangkan usaha mereka. โMelalui CANEX, kami memungkinkan kreator untuk mempertahankan lebih banyak nilai dari karya mereka dan membangun basis yang kompetitif di pasar regional dan global. Sudah saatnya kreator Afrika menangkap nilai finansial sejati dari pengaruh global mereka,โ tegasnya.
Amadou Daffe, CEO dan Co-Founder Gebeya, menyoroti momentum komersial yang sudah terlihat di industri kreatif Afrika. โPendapatan musik rekaman di Afrika Sub-Sahara tumbuh lebih dari 20 persen dalam satu tahun. Pasar gim di benua ini terus meluas, dan industri film Nigeria tetap menjadi salah satu yang terbesar di dunia dalam volume produksi,โ katanya. Namun, Daffe mengakui bahwa banyak kreator masih kesulitan mengakses teknologi dan infrastruktur produksi yang diperlukan untuk mewujudkan potensi penuh ide-ide mereka.
Kompetisi ini akan melibatkan 30-40 duta dari komunitas Gebeya yang bertugas membantu peserta menavigasi platform Dala Studio, menyelesaikan masalah teknis, dan memaksimalkan sumber daya komputasi yang tersedia. Setelah tahap penyisihan berbasis teknologi, 100 proyek teratas akan lolos ke voting publik sebelum dewan juri yang terdiri dari profesional industri kreatif, teknologi, dan bisnis menentukan pemenang akhir.
Bagi Indonesia, inisiatif ini menjadi cermin bagaimana lembaga keuangan multilateral dapat mendorong ekosistem kreatif digital. Industri kreatif Tanah Air โ mulai dari musik, film, hingga gim โ juga menghadapi tantangan serupa dalam hal akses pendanaan dan infrastruktur teknologi. Model CANEX Create-thon bisa menjadi referensi bagi perbankan nasional atau BUMN untuk menggelar kompetisi serupa guna menjaring talenta lokal dan memperkuat posisi Indonesia di pasar kreatif global.
Pendaftaran CANEX Create-thon 2026 dibuka mulai 30 Juli hingga 19 Agustus 2026 melalui portal resmi di https://wknd.canex.africa/canex-create-thon-2026. Pemenang pertama di setiap kategori akan menerima USD 7.000, juara kedua USD 3.500, dan juara ketiga USD 1.500, ditambah kesempatan untuk menghadiri CANEX WKND 2026 di National Theatre, Lagos, pada 5-8 November 2026. Pertanyaan besarnya: akankah kreator Indonesia suatu hari nanti memiliki ajang serupa dengan skala dan dukungan yang setara?



