Eliyan Raup Dana Rp2,2 Triliun, Bawa Solusi Atasi Kemacetan Data di Chip AI
Baca dalam 60 detik
- Startup Eliyan berhasil mengumpulkan dana segar 145 juta dolar AS dari investor strategis termasuk Cisco, menempatkan valuasi perusahaan di angka 1 miliar dolar.
- Teknologi Eliyan menjawab masalah klasik chip AI: kecepatan komputasi yang tinggi tidak diimbangi transfer data, menyebabkan GPU menganggur hingga 40 persen.
- Pendanaan ini menandai langkah penting dalam ekosistem chip kustom yang semakin kompetitif, dengan target pendapatan ratusan juta dolar pada 2027.

Startup semikonduktor asal Santa Clara, California, Eliyan, mengumumkan perolehan pendanaan Seri C senilai 145 juta dolar AS atau setara Rp2,2 triliun, yang sekaligus mendorong valuasi perusahaan menembus angka 1 miliar dolar. Pendanaan ini dipimpin oleh Seligman Ventures dengan partisipasi raksasa jaringan Cisco Systems, Lumentum, serta investor awal Mellanox—perusahaan yang diakuisisi Nvidia pada 2019.
Eliyan mengembangkan teknologi yang dirancang untuk mengatasi hambatan utama dalam komputasi kecerdasan buatan (AI): ketidakseimbangan antara kecepatan pemrosesan data oleh chip dengan kemampuan transfer data antarchip. Menurut CEO sekaligus salah satu pendiri Eliyan, Ramin Farjadrad, saat ini sekitar 30 hingga 40 persen kapasitas GPU tidak termanfaatkan secara optimal karena terhambat oleh lambatnya penerimaan data. "Kami memecahkan masalah itu," ujarnya dalam wawancara dengan Reuters.
Masalah ini tidak hanya dialami oleh Nvidia atau AMD, tetapi juga oleh perusahaan yang mengembangkan chip AI kustom seperti Google dan Amazon. Selama ini, Nvidia mengakuisisi Mellanox seharga 6,8 miliar dolar untuk memperkuat konektivitas, sementara Google dan Amazon menggandeng Broadcom serta Marvell Technology. Eliyan hadir sebagai pemain independen yang menawarkan lisensi teknologi dan komponen chip bernama "chiplets" yang dapat diintegrasikan ke dalam desain prosesor kustom.
Patrick Soheili, Chief Strategy and Business Officer Eliyan, mengungkapkan bahwa perusahaan menargetkan pengiriman awal chiplets pada tahun ini. Proyeksi pendapatan menunjukkan lonjakan signifikan: dari "puluhan juta" dolar pada 2025 menjadi ratusan juta dolar pada akhir 2027. Ini menandakan optimisme pasar terhadap solusi interkoneksi chip yang lebih efisien.
Bagi Indonesia, perkembangan ini relevan mengingat semakin maraknya investasi pusat data dan adopsi AI di dalam negeri. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah mendorong pembangunan pusat data ramah lingkungan, dan efisiensi chip AI menjadi faktor kunci dalam menekan biaya operasional serta konsumsi energi. Teknologi seperti yang dikembangkan Eliyan berpotensi mengurangi jumlah GPU yang dibutuhkan, sehingga menurunkan investasi infrastruktur.
Dengan masuknya Umesh Padval—mantan anggota dewan Mellanox—ke jajaran dewan Eliyan, startup ini mendapatkan legitimasi dan jaringan yang kuat di industri semikonduktor. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Eliyan mampu merebut pangsa pasar dari pemain mapan seperti Broadcom dan Marvell, atau justru menjadi target akuisisi berikutnya bagi raksasa teknologi yang ingin mengamankan pasokan chip AI.



