Barbados Beri Penghormatan Terakhir untuk Sobers, Legenda Kriket yang Tak Tertandingi
Baca dalam 60 detik
- Sir Garfield Sobers, yang disebut sebagai pemain kriket serba bisa terhebat sepanjang masa, dimakamkan dengan upacara kenegaraan di Barbados pada 17 Juli 2024.
- Upacara dihadiri oleh legenda kriket seperti Clive Lloyd dan Brian Lara, serta pejabat tinggi Barbados dan bintang musik Rihanna.
- Sobers meninggalkan rekor 8.032 run dalam 93 Tes dan rekor skor individu 365 tidak kalah yang bertahan selama 36 tahun.

Barbados menggelar pemakaman kenegaraan untuk Sir Garfield Sobers, legenda kriket yang dianggap sebagai pemain serba bisa terhebat sepanjang masa, di Kensington Oval, Bridgetown, pada Selasa (17/7). Sobers meninggal pada usia 89 tahun, 11 hari sebelum ulang tahunnya yang ke-90.
Mantan rekan setimnya, Sir Clive Lloyd, dalam pidato penghormatan menyebut Sobers sebagai "pemain kriket serba bisa terhebat yang pernah dikenal dunia". Lloyd menambahkan bahwa Sobers adalah "seseorang yang hidup di hati dan pikiran masyarakat Karibia dan menjadi sumber inspirasi bagi jutaan orang di seluruh dunia".
Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Presiden Barbados Jeffrey Bostic, Perdana Menteri Mia Mottley, dan superstar musik Rihanna. Legenda kriket lainnya seperti Brian Lara dan Desmond Haynes juga turut memberikan penghormatan. Para pemain kriket Tes West Indies yang baru saja memenangkan pertandingan melawan Pakistan juga hadir.
Peti mati Sobers yang dibalut bendera Barbados diarak dengan kereta meriam dari Gedung Parlemen menuju stadion. Rombongan melewati barisan kehormatan yang terdiri dari pemain kriket yang mengangkat tongkat pemukul mereka sebagai tanda hormat. Brian Lara, yang menganggap Sobers sebagai mentornya, mengatakan, "Ini bukan momen sedih. Ini adalah momen untuk merayakan kehidupan luar biasa dari pemain kriket serba bisa terhebat."
Perdana Menteri Mia Mottley menggambarkan Sobers sebagai seseorang yang, bahkan tanpa prestasi kriketnya, akan tetap dikenang sebagai pribadi yang baik dan hebat. Sementara itu, pesan dari Raja Charles III yang dibacakan dalam upacara menyebutkan bahwa hanya sedikit nama yang mampu membawa senyum di wajah orang-orang di Barbados, Karibia, dan Persemakmuran, dan Sobers termasuk dalam kategori tersebut.
Jasad Sobers telah disemayamkan di parlemen Barbados pada Senin dan di Kensington Oval pada Selasa, memungkinkan publik dan pejabat negara untuk memberikan penghormatan terakhir. Ia dimakamkan di Coral Ridge Memorial Gardens di selatan Barbados.
Bagi Indonesia, meskipun kriket bukan olahraga utama, warisan Sobers mengingatkan pada pentingnya dedikasi dan sportivitas dalam olahraga. Prestasinya yang melampaui batas waktu dan generasi menjadi inspirasi bagi atlet di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, untuk terus berjuang mencapai yang terbaik.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana warisan Sobers akan terus dihidupkan oleh generasi baru pemain kriket, terutama di kawasan Karibia yang sangat mencintainya. Akankah ada lagi sosok yang mampu menyamai kehebatannya?



