Rahm Tenang Hadapi Ketidakpastian LIV Golf: 'Kami Terbiasa dengan Turbulensi'
Baca dalam 60 detik
- Jon Rahm mengaku tetap tenang meski masa depan LIV Golf belum jelas setelah dana dari PIF Saudi ditarik.
- Rekan setimnya, Tyrrell Hatton, optimistis LIV akan berlanjut meski ada pemutusan hubungan kerja dan pembatalan kejuaraan.
- Kontrak DP World Tour dengan pemain LIV hanya berlaku tahun ini, membuka peluang kembalinya Rahm ke PGA Tour.

Jon Rahm, juara mayor dua kali, memilih bersikap santai saat ditanya soal masa depannya di LIV Golf. Menjelang Irish Open pekan ini, ia mengaku sudah terbiasa menghadapi gejolak, menyusul kabar penarikan dukungan dana dari Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF) yang membuat masa depan liga tersebut semakin tidak menentu.
Ketidakpastian itu kian terasa setelah LIV mengonfirmasi pengurangan operasional dan PHK sejumlah karyawan pada awal September. Musim 2026 pun berakhir lebih cepat dari rencana setelah kejuaraan tim di Detroit dibatalkan. Namun, Rahm, yang bergabung dengan LIV sebelum musim 2024, tidak mau berspekulasi banyak. "Ya dan tidak, tidak banyak berubah dari wawancara terakhir saya di Indianapolis beberapa minggu lalu," ujarnya kepada BBC Sport. "Ada banyak hal yang bisa terjadi, dan waktu yang akan menjawabnya."
Ketenangan Rahm kontras dengan langkah beberapa pegolf top lain. Brooks Koepka dan Patrick Reed, yang juga tampil di Irish Open, memilih meninggalkan LIV dan kembali ke PGA Tour. Ketika ditanya apakah ia akan mengikuti jejak mereka, Rahm hanya menjawab singkat, "Kita lihat saja nanti." Sikap ini menunjukkan bahwa keputusan besar masih menggantung di tengah negosiasi yang belum tuntas antara LIV, PGA Tour, dan DP World Tour.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Meski pasar golf Tanah Air belum sebesar Eropa atau Amerika, kehadiran LIV dengan format baru dan hadiah besar sempat memicu diskusi tentang masa depan olahraga ini di Asia. Jika LIV goyah, para pegolf Asia, termasuk dari Indonesia, mungkin akan lebih memilih jalur tradisional PGA atau DP World Tour yang lebih stabil. Namun, jika LIV bertahan, peluang eksposur dan pendapatan bagi pegolf Asia tetap terbuka lebar.
Rahm sendiri tetap fokus pada turnamen. Ia kembali ke Irish Open untuk pertama kalinya sejak menjuarai edisi 2019 di Lahinch. Sebelumnya, ia juga pernah menang di Portstewart pada 2017. Dengan dua gelar, ia kini memburu kemenangan ketiga untuk menyamai rekan senegaranya, Seve Ballesteros. Meski cuaca di pantai barat Irlandia tidak bersahabatโangin kencang dan hujanโRahm mengaku tidak terlalu memusingkan kondisi permainannya. "Yang penting berlatih, terutama di hari berangin seperti ini. Kami hanya mencoba merasa nyaman dengan lingkungan sekitar," katanya sambil tersenyum.
Setelah Irish Open di Doonbeg, County Clare, Rahm dijadwalkan tampil di BMW PGA Championship, acara unggulan DP World Tour, di Wentworth pekan depan. Turnamen ini menjadi ajang pembuktian bagi Rahm untuk tetap kompetitif di level tertinggi, apa pun keputusan masa depannya nanti.
Di tengah semua ketidakpastian, satu hal yang pasti: Rahm masih punya hasrat untuk menang. "Saya sudah bermain bagus sepanjang tahun, semoga bisa mengulanginya lagi," ujarnya. Namun, pertanyaan besar tetap menggantung: apakah ia akan bertahan di LIV, kembali ke PGA Tour, atau justru menjadi pionir dalam struktur baru golf dunia? Hingga saat ini, Rahm memilih untuk tidak terburu-buru, dan dunia golf pun menunggu langkah selanjutnya.



