Inggris Hancurkan Tonga 94-32, Rekor Baru di Commonwealth Games
Baca dalam 60 detik
- Tim netball Inggris memecahkan rekor gol terbanyak dalam satu pertandingan Commonwealth Games usai membantai Tonga 94-32.
- Kemenangan telak ini menjaga asa Inggris lolos ke semifinal, bersaing ketat dengan Afrika Selatan dan Australia dalam perolehan poin.
- Pertandingan penentu melawan Afrika Selatan pada Kamis akan menjadi laga hidup mati bagi Inggris untuk merebut posisi dua besar.

Tim netball Inggris memastikan langkah mereka menuju semifinal Commonwealth Games 2026 tetap terbuka lebar setelah menghancurkan Tonga dengan skor telak 94-32 di Glasgow, Selasa (28/7) malam. Kemenangan ini sekaligus memecahkan rekor perolehan gol terbanyak Inggris dalam satu pertandingan sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di ajang multicabang tersebut.
Dalam laga Pool A yang wajib dimenangkan, Inggris langsung tancap gas sejak kuarter pertama dengan unggul 27-8. Dominasi berlanjut hingga akhir pertandingan, di mana The Rosesโjulukan tim netball Inggrisโtidak memberi kesempatan Tonga untuk bangkit. Pelatih Jess Thirlby jelas menginstruksikan anak asuhnya untuk mengejar margin kemenangan besar, mengingat selisih gol bisa menjadi penentu kelolosan ke semifinal.
Rekor sebelumnya, 89 gol yang dicetak saat melawan Sri Lanka pada 2002, berhasil dilampaui. Kontributor utama kali ini adalah Eleanor Cardwell, yang mencetak 54 gol dari 60 percobaan. Cardwell, salah satu dari dua pemain Inggris yang memiliki pengalaman Commonwealth Games, menjadi motor serangan. Sasha Glasgow (18 gol) dan Ella Clark (12 gol) juga turut menyumbang, sementara Olivia Tchine yang masuk sebagai pemain pengganti di kuarter kedua menambahkan 10 gol.
Kemenangan ini membawa Inggris naik ke peringkat ketiga Pool A dengan enam poin, sama dengan Afrika Selatan dan Australia yang masih akan bertanding satu sama lain. Inggris unggul dalam selisih gol (+127) dibanding Australia (+116) dan Afrika Selatan (+123), namun kalah dalam rata-rata gol (1,74 berbanding 1,99 dan 2,06). Situasi ini membuat laga pamungkas Inggris melawan Afrika Selatan pada Kamis (30/7) menjadi penentu. Hanya dua tim teratas dari masing-masing pool yang lolos ke semifinal.
Bagi Indonesia, meski tidak berpartisipasi dalam cabang netball Commonwealth Games, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Netball mulai populer di Indonesia, terutama di kalangan pelajar dan komunitas olahraga. Keberhasilan Inggris menunjukkan pentingnya regenerasi pemain dan strategi mencetak gol efisien, yang bisa menjadi pelajaran bagi pengembangan netball dalam negeri. Selain itu, persaingan ketat di Pool A mengingatkan pada dinamika grup di turnamen sepak bola Asia, di mana selisih gol sering menjadi pembeda.
Sementara itu, di Pool B, Skotlandia nyaris mengejutkan Jamaika yang berada di peringkat keempat dunia, namun akhirnya kalah 43-45. Kekalahan tipis itu memupus harapan Skotlandia untuk lolos, kecuali mereka menang besar atas Uganda dan hasil lain menguntungkan. Wales juga berada di ambang eliminasi setelah harus menghadapi Selandia Baru, peraih medali perunggu 2022. Irlandia Utara sudah dipastikan tersingkir setelah menelan kekalahan keempat berturut-turut.
Dengan satu pertandingan tersisa, peta persaingan di Pool A masih terbuka. Jika Inggris mampu mengalahkan Afrika Selatan, mereka dipastikan lolos. Namun jika kalah, mereka harus bergantung pada hasil Australia melawan Tonga. Pertanyaan besarnya: mampukah The Roses mempertahankan performa gemilang mereka saat menghadapi lawan yang lebih tangguh?



