Aktris EastEnders Terima Ancaman Pembunuhan, BBC Turun Tangan
Baca dalam 60 detik
- Annette Badland, pemeran Aunt Babe di EastEnders, mendapat ancaman pembunuhan serius yang memicu investigasi keamanan BBC.
- Tim keamanan BBC yang menangani gedung parlemen dan istana kerajaan mengidentifikasi kode merah dalam ancaman tersebut.
- Pelaku ditelusuri hingga ke sebuah sekolah di luar Liverpool, namun penyelidikan terhenti karena penggunaan komputer publik.

Annette Badland, aktris yang memerankan tokoh jahat Aunt Babe dalam sinetron legendaris BBC EastEnders, mengungkapkan bahwa ia menerima ancaman pembunuhan yang sangat serius hingga memaksa BBC mengaktifkan protokol keamanan tingkat tinggi. Ancaman tersebut bukan sekadar luapan emosi penonton biasa, melainkan telah memicu investigasi oleh tim keamanan yang biasanya menangani gedung parlemen dan Istana Buckingham.
Badland memerankan Aunt Babe dari 2014 hingga 2017. Karakter ini diperkenalkan sebagai bibi buyut Mick Carter (Danny Dyer) dan bibi dari pihak ibu Shirley Carter (Linda Henry) serta Tina Carter (Luisa Bradshaw-White). Di balik penampilannya yang manis dan tampak rentan, Aunt Babe menjelma menjadi tokoh manipulatif, suka memeras, dan penuh intrik. Aksi-aksinya membuat keluarga Carter mengusirnya dari Pub Queen Vic, dan ia bahkan mengutuk mereka hingga kehilangan pub tersebut pada 2017. Sayangnya, sebagian penonton gagal membedakan antara aktris dan karakternya, sehingga melontarkan ancaman langsung kepada Badland.
Dalam wawancara terbaru di program A Night in with Sally Lindsay di saluran 5, Badland menceritakan bagaimana tim keamanan BBC menghubunginya. "Saya mendapat ancaman pembunuhan. Panggilan dari keamanan BBC mengatakan, 'Kami menerima ancaman pembunuhan.' Dan mereka bekerja untuk Houses of Parliament dan Buckingham Palace. Jadi mereka berkata, 'Ada kata kode peringatan merah dalam ancaman ini. Jadi kami harus menganggapnya serius,'" ujar Badland. Mantan bintang Coronation Street dan pembawa acara Sally Lindsay, 53, terkejut mendengar pengakuan tersebut dan menanyakan dampaknya terhadap kehidupan Badland.
BBC menyarankan Badland untuk tidak keluar rumah kecuali benar-benar perlu, tidak memberi tahu siapa pun tentang keberadaannya, dan menghapus semua aktivitas media sosial. Investigasi berlangsung sekitar satu hingga enam minggu, dan akhirnya sumber ancaman terlacak berasal dari sebuah sekolah di luar Liverpool. Namun, karena ancaman dikirim melalui komputer publik, penyelidikan tidak dapat dilanjutkan lebih jauh. Badland menekankan bahwa pelaku bukanlah seorang anak-anak.
Fenomena penonton yang tidak bisa memisahkan aktor dari karakter jahat sebenarnya bukan hal baru. Di Indonesia, kasus serupa pernah terjadi pada aktris sinetron yang memerankan tokoh antagonis, seperti Inneke Koesherawati atau Nabila Syakieb, yang kerap mendapat hujatan di media sosial. Namun, ancaman pembunuhan yang melibatkan protokol keamanan negara menunjukkan betapa seriusnya dampak psikologis dan keselamatan yang dialami para aktor. Industri hiburan Indonesia pun mulai menyadari perlunya perlindungan lebih bagi para pemain yang memerankan karakter negatif, terutama dengan maraknya cyberbullying.
Meskipun mengalami pengalaman traumatis, Badland mengaku tidak menutup kemungkinan untuk kembali ke EastEnders. Dalam wawancara di Loose Women pada 2024, ia mengatakan, "Saya akan kembali untuk sebuah cerita, tetapi tidak untuk perjalanan panjang." Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah BBC dan rumah produksi lain meningkatkan sistem keamanan dan pendampingan psikologis bagi para aktor yang memerankan tokoh kontroversial, ataukah ancaman semacam ini akan terus menjadi risiko yang harus ditanggung sendiri oleh para seniman?



