Amazon Prime Video Rebut Hak Siar Eksklusif NHL di Kanada, Tandai Era Baru Streaming Olahraga
Baca dalam 60 detik
- Rogers Communications memberikan hak siar eksklusif pertandingan NHL malam Rabu dan semifinal playoff kepada Prime Video dalam kontrak 12 tahun mulai 2026.
- Langkah ini mencerminkan pergeseran besar industri media, di mana platform streaming seperti Amazon mulai mendominasi siaran langsung olahraga yang selama ini dipegang televisi kabel.
- Di tengah gencarnya investasi global di hak siar olahraga, Indonesia berpotensi menjadi pasar berikutnya bagi platform global seperti Prime Video untuk memperebutkan konten lokal.

Raksasa telekomunikasi Kanada Rogers Communications dan layanan streaming milik Amazon, Prime Video, resmi menandatangani perjanjian sublisensi selama 12 tahun yang memberikan hak eksklusif kepada Prime Video untuk menyiarkan pertandingan NHL malam Rabu di Kanada mulai musim 2026-2027.
Kesepakatan yang diumumkan pada Selasa (28/7) itu juga mencakup hak eksklusif untuk beberapa seri playoff Piala Stanley, memperkuat posisi Prime Video di pasar olahraga langsung Kanada. Langkah ini diambil di tengah gencarnya investasi platform streaming global pada hak siar olahraga—salah satu dari sedikit jenis program yang masih mampu menarik audiens besar secara real-time.
Rogers sendiri tahun lalu telah memperbarui hak siar nasional NHL untuk seluruh musim hingga 2037-2038. Dalam sublisensi ini, Prime Video akan menyiarkan setidaknya 26 pertandingan reguler nasional setiap tahun, dimulai pada 30 September 2026. Sementara itu, Sportsnet—jaringan milik Rogers—tetap memegang hak eksklusif berbahasa Inggris untuk lebih dari 500 pertandingan NHL per musim, termasuk sebagian besar liputan playoff.
Nilai finansial kesepakatan tidak diungkapkan, tetapi analis memperkirakan angka tersebut mencapai ratusan juta dolar Kanada. Rogers, yang juga memiliki kepemilikan saham di beberapa waralaba olahraga profesional terkemuka, terus memperkuat portofolio medianya di tengah persaingan sengit dari pemain digital seperti Amazon dan Netflix.
Menurut pengamat media olahraga, langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam cara konsumen Kanada mengakses konten hoki es. “Hoki adalah agama di Kanada, dan sekarang agama itu mulai pindah ke platform streaming,” ujar seorang analis media dari Universitas Toronto yang enggan disebut namanya. Ia menambahkan bahwa kesepakatan ini bisa menjadi preseden bagi liga olahraga lain untuk mengikuti jejak serupa.
Bagi Indonesia, meskipun NHL tidak sepopuler sepak bola atau bulu tangkis, tren ini patut dicermati. Amazon Prime Video sudah hadir di Indonesia dengan berbagai konten, namun belum secara agresif memburu hak siar olahraga lokal seperti Liga 1 atau Piala Indonesia. Kesepakatan di Kanada menunjukkan keseriusan Amazon dalam menguasai pasar siaran langsung, yang bisa berimbas pada strategi ekspansi ke Asia Tenggara—termasuk Indonesia. Dengan semakin banyaknya platform global yang berebut konten olahraga, persaingan harga hak siar di Indonesia berpotensi meningkat, menguntungkan federasi olahraga namun juga dapat mendorong kenaikan harga langganan bagi konsumen.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah model sublisensi seperti ini akan diadopsi di liga-liga besar Indonesia? Atau justru platform lokal seperti Vidio dan Mola akan semakin gencar mengamankan hak siar eksklusif sebelum Amazon dan Netflix ikut bermain? Yang jelas, era ketika olahraga hanya bisa dinikmati melalui televisi kabel perlahan berakhir.



