Kematian Dokter Magang di Jaksel: Enam Nyawa dalam Enam Bulan, DPR Minta Evaluasi Sistemik
Baca dalam 60 detik
- Dokter magang SZM ditemukan tewas jatuh dari lantai 18 apartemen di Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/7), mendorong DPR mendesak investigasi menyeluruh.
- Data Asosiasi Program Internship Dokter Indonesia mencatat sedikitnya enam dokter magang meninggal dunia dalam periode Februari hingga Juli 2026, menimbulkan kekhawatiran akan tekanan sistemik.
- Anggota Komisi X DPR Habib Syarief menyerukan evaluasi total terhadap program pendidikan kedokteran, termasuk beban kerja, kesehatan mental, dan lingkungan kerja peserta magang.

Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad mendesak investigasi menyeluruh atas kematian dokter magang berinisial SZM yang ditemukan tewas setelah diduga terjatuh dari lantai 18 apartemen di Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu. Menurut legislator bidang pendidikan itu, kasus ini tidak boleh ditutup dengan spekulasi, melainkan harus diungkap secara terang-benderang apakah murni kecelakaan atau ada faktor kesengajaan yang dipicu tekanan psikologis.
Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/7), Habib Syarief menyoroti data dari Asosiasi Program Internship Dokter Indonesia dan Program Internship Dokter Gigi Indonesia (PIDI-PIDGI) yang mencatat sedikitnya enam dokter magang meninggal dunia dalam rentang Februari–Juli 2026. Angka ini, menurutnya, tidak bisa dianggap sebagai kejadian yang berdiri sendiri. "Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak karena besar kemungkinan ada persoalan yang lebih mendasar dalam sistem pendidikan dan pelaksanaan program internship dokter," ujarnya.
Habib Syarief menekankan bahwa pengungkapan fakta secara utuh penting demi keadilan bagi keluarga korban dan menghindari spekulasi liar di masyarakat. Ia mendorong pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pendidikan kedokteran, terutama program magang. "Internship bertujuan mencetak dokter profesional dan kompeten, bukan justru menempatkan peserta pada kondisi yang mengancam keselamatan jiwa," tegasnya.
Ia menggarisbawahi perlunya kajian terhadap beban kerja, sistem pembinaan, kesehatan mental peserta, lingkungan kerja, hingga mekanisme kerja para dokter magang. Menurut Habib, negara memiliki tanggung jawab memastikan setiap peserta pendidikan profesi dokter mendapatkan lingkungan belajar yang aman, sehat, manusiawi, dan bebas dari tekanan berbahaya. Hasil evaluasi harus melahirkan perbaikan nyata agar kejadian serupa tidak terulang.
Kepala Kepolisian Sektor Pancoran Komisaris Polisi Mansur menyatakan pihaknya masih mendalami penyebab kematian SZM. Hingga saat ini, polisi belum dapat memastikan apakah ada kaitan dengan tekanan pekerjaan atau faktor lain. Dari penyelidikan sementara, diketahui korban tinggal berdua bersama ibunya di unit apartemen tersebut. Sebelum kejadian, sang ibu mengajak korban pergi ke mal, namun ditolak. Setelah sang ibu pergi, korban mengunci pintu dari dalam dan tak lama kemudian ditemukan jatuh dari jendela lantai 18.
Kasus ini membuka kembali perdebatan tentang kesejahteraan mahasiswa kedokteran dan peserta program internship di Indonesia. Dengan enam nyawa melayang dalam waktu singkat, publik menanti langkah konkret pemerintah dan institusi pendidikan untuk memastikan tidak ada lagi calon dokter yang menjadi korban sistem yang gagal melindungi.



