Savannah Guthrie Kembali Memohon pada Penculik Ibunya: 'Lakukan Hal yang Benar'
Baca dalam 60 detik
- Pembawa acara Today, Savannah Guthrie, kembali menyampaikan permohonan emosional kepada pelaku penculikan ibunya, Nancy, yang hilang sejak awal Februari dan diduga diculik untuk tebusan.
- FBI menangani kasus ini sebagai penculikan dengan motif ransom, sementara keluarga Guthrie mengalami trauma berkepanjangan dan terus mencari tanpa henti.
- Permohonan publik ini menyoroti kekuatan media sosial dalam menyebarkan informasi orang hilang, sebuah fenomena yang juga relevan di Indonesia.

Pembawa acara Today, Savannah Guthrie, sekali lagi menyampaikan permohonan yang memilukan kepada para pelaku penculikan ibunya, Nancy Guthrie, yang telah hilang selama berbulan-bulan sejak diculik dari kediamannya di Tucson, Arizona, pada awal Februari lalu. Dalam sebuah video yang diunggah di Instagram, Guthrie memohon agar sang ibu dikembalikan, seraya menyebut keluarganya hidup dalam “mimpi buruk yang tak kunjung usai.”
Nancy Guthrie, 84 tahun, dilaporkan hilang pada 1 Februari setelah diduga diculik dari rumahnya. FBI langsung mengambil alih penyelidikan dan menetapkan kasus ini sebagai penculikan untuk tebusan. Savannah bersama saudara-saudaranya, Annie dan Camron, telah berulang kali memohon bantuan publik dan kini kembali bersuara dengan pesan yang lebih mendesak.
Dalam video tersebut, Savannah berbicara langsung kepada para pelaku. “Kami sudah melakukan bagian kami, dan kami tidak akan pernah berhenti mencarinya,” ujarnya. “Saya memohon, saya mohon, lakukan hal yang benar sekarang. Beri tahu kami ke mana harus mencari. Saya benar-benar percaya tidak pernah terlambat untuk berbuat benar.” Permohonan ini disampaikan setelah lima bulan penuh penderitaan bagi keluarga Guthrie. Sebelumnya, Savannah juga menyampaikan pernyataan kepada KOLDNews 13, menggambarkan pengalaman ini sebagai “trauma tak berujung.”
Kisah Savannah Guthrie bukan hanya soal seorang figur publik yang kehilangan orang tua. Kasus ini juga membuka diskusi tentang bagaimana penculikan untuk tebusan masih menjadi ancaman nyata, bahkan di negara maju sekalipun. Di Indonesia, kasus serupa juga kerap terjadi, meskipun tidak selalu melibatkan tokoh terkenal. Penggunaan media sosial sebagai alat penyebaran informasi orang hilang menjadi semakin penting. Permohonan Savannah yang diunggah di Instagram mendapat perhatian luas, menunjukkan bahwa platform digital dapat menjadi sarana efektif untuk menggalang dukungan publik dan tekanan moral kepada pelaku kejahatan.
Hingga kini, belum ada perkembangan signifikan dalam kasus ini. FBI terus melakukan penyelidikan, sementara keluarga Guthrie berharap ada titik terang. Pertanyaan yang menggantung: akankah para pelaku mengindahkan permohonan yang disampaikan dengan penuh air mata ini? Atau akankah kasus ini menjadi salah satu dari sekian banyak kasus penculikan yang tak terpecahkan? Yang jelas, Savannah dan keluarganya tidak akan menyerah. “Akan selalu ada rongga di hati kami,” katanya. “Tolong, buat pilihan yang benar.”



