Rangers Rekrut Bek Muda Afrika Selatan: Mimpi Eropa Jadi Nyata
Baca dalam 60 detik
- Olwethu Makhanya, bek 22 tahun asal Afrika Selatan, resmi bergabung dengan Rangers dari Philadelphia Union dengan kontrak empat tahun plus opsi perpanjangan.
- Pemain yang sempat masuk skuad Piala Dunia 2026 ini dianggap memiliki potensi besar oleh pelatih Derek McInnes untuk beradaptasi di Liga Skotlandia.
- Transfer ini menjadi yang kedelapan bagi Rangers di bursa musim panas, menandai strategi peremajaan skuad untuk bersaing di kompetisi domestik dan Eropa.

Rangers resmi mengumumkan kedatangan bek tengah asal Afrika Selatan, Olwethu Makhanya, sebagai rekrutan kedelapan mereka di bursa transfer musim panas ini. Pemain berusia 22 tahun itu bergabung dari klub Major League Soccer (MLS), Philadelphia Union, dengan biaya yang tidak diungkapkan dan menandatangani kontrak berdurasi empat tahun plus opsi perpanjangan satu musim.
Makhanya, yang memulai karier profesionalnya di Stellenbosch FC, Afrika Selatan, mencatatkan 53 penampilan bersama Philadelphia Union setelah menembus tim utama pada tahun lalu. Penampilannya yang konsisten di MLS membawanya masuk dalam skuad Bafana Bafana untuk Piala Dunia 2026, meski ia tidak mendapatkan menit bermain di turnamen tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Makhanya mengungkapkan kebahagiaannya bisa bergabung dengan klub sekelas Rangers. โIni adalah kehormatan besar dan berkah luar biasa bagi saya untuk bergabung dengan klub besar dengan sejarah yang kaya. Saya tidak sabar untuk memulai,โ ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa bermain di Eropa adalah impian masa kecilnya yang kini menjadi kenyataan.
Pelatih Rangers, Derek McInnes, optimistis Makhanya bisa beradaptasi dengan cepat di Liga Skotlandia. โDia memiliki atletisitas yang baik dan potensi besar. Meskipun datang dari MLS ke lingkungan yang berbeda, kami yakin atribut yang dimilikinya cukup untuk menghadapi tantangan tersebut,โ kata McInnes menjelang laga pembuka Liga Skotlandia melawan Dundee United.
Bagi sepak bola Afrika Selatan, langkah Makhanya ke Rangers menjadi angin segar. Sejak era Steven Pienaar dan Benni McCarthy, jarang ada pemain Afrika Selatan yang mentas di Eropa dengan reputasi sekelas Rangers. Keberhasilan Makhanya diharapkan bisa membuka jalan bagi talenta muda Afrika Selatan lainnya untuk merambah kompetisi Eropa.
Dari sisi taktik, Makhanya diharapkan menjadi investasi jangka panjang Rangers di lini belakang. Dengan fisik yang kuat dan kemampuan membaca permainan, ia bisa menjadi tandem ideal bagi bek senior seperti Connor Goldson. Namun, adaptasi terhadap kerasnya Liga Skotlandia dan tekanan bermain di Ibrox akan menjadi ujian nyata bagi pemain muda ini.
Transfer ini juga menunjukkan strategi Rangers yang agresif di bursa transfer. Dengan delapan pemain baru, McInnes ingin membangun skuad yang kompetitif untuk merebut gelar Liga Skotlandia dan tampil gemilang di Eropa. Pertanyaannya, apakah Makhanya akan langsung menjadi pilihan utama atau butuh waktu untuk beradaptasi?



