Iraola Temukan 'Barcola Baru' di Akademi Liverpool usai Kemenangan atas Wrexham
Baca dalam 60 detik
- Pelatih anyar Liverpool, Andoni Iraola, mulai melihat potensi besar dari pemain mudanya setelah kemenangan 1-0 atas Wrexham dalam laga pramusim di Yankee Stadium.
- Remaja 16 tahun Josh Abe tampil menonjol di sisi kanan, menunjukkan gaya bermain eksplosif yang mengingatkan pada Sadio Mane dan target transfer Bradley Barcola.
- Kehadiran Abe bersama Rio Ngumoha dan Trey Nyoni memberi Iraola opsi serangan muda yang bisa menjadi fondasi jangka panjang Liverpool pasca-era Mohamed Salah.

Liverpool menutup laga pramusim ketiga mereka dengan kemenangan tipis 1-0 atas Wrexham di Yankee Stadium, New York, Rabu (24/7) dini hari WIB. Namun di balik skor tipis itu, pelatih anyar Andoni Iraola justru menemukan jawaban atas kebutuhan sayap cepat yang selama ini diburu manajemen: seorang pemuda berusia 16 tahun bernama Josh Abe.
Dalam pertandingan yang dihuni mayoritas pemain muda dan pelapis, Abe dipercaya mengisi pos sayap kanan sejak menit pertama. Meski gagal mencetak gol setelah membuang peluang emas, penampilannya selama 45 menit dinilai cukup untuk menunjukkan bahwa Liverpool memiliki 'berlian' yang siap diasah. Gaya bermainnya yang langsung menusuk ke kotak penalti, kecepatan eksplosif, dan keberanian membawa bola mengingatkan pada Sadio Mane di masa jayanyaโatau Bradley Barcola, pemain PSG yang tengah diincar The Reds.
Iraola, yang menggantikan Arne Slot, mulai menerapkan filosofi sepak bola cepat, berani, dan menekan tinggi. Gaya ini membutuhkan pemain sayap dengan naluri menyerang langsung seperti Barcola. Namun, dengan hadirnya Abe, muncul pertanyaan: apakah Liverpool masih perlu mengeluarkan dana besar untuk pemain Prancis itu? Apalagi manajemen FSG dikabarkan sudah menyiapkan paket transfer resmi untuk Barcola yang telah sepakat secara personal.
Selain Abe, dua pemain muda lain juga mencuri perhatian. Rio Ngumoha, 17 tahun, menjadi pahlawan kemenangan dengan gol tunggalnya setelah masuk menggantikan Abe di babak kedua. Ia menunjukkan kelincahan dan kemampuan dribel yang sulit diantisipasi. Sementara Trey Nyoni, gelandang remaja, mendapat pujian dari analis Sky Sports Pythagoras in Boots sebagai pemain yang "lebih licin dari sabun" karena kemampuannya mengontrol permainan dan sulit dijatuhkan.
Iraola sendiri bukanlah pelatih asing dalam mengembangkan pemain muda. Pengalamannya di Bournemouth bersama Alex Scott menjadi bukti bahwa ia mampu membentuk gelandang serang berkualitas. Kini, tantangan serupa menantinya di Liverpool: mengasah talenta mentah seperti Abe, Ngumoha, dan Nyoni menjadi pemain inti yang siap bersaing di Premier League.
Namun, pertanyaan besar tetap menggantung. Apakah FSG akan tetap merealisasikan transfer Barcola yang diperkirakan mencapai ยฃ50-60 juta, atau justru memilih mengandalkan pemain muda yang sudah ada? Keputusan ini akan menentukan arah kebijakan transfer Liverpool di sisa bursa musim panas. Satu hal yang pasti: dengan tampilnya Abe, Iraola kini memiliki lebih banyak opsi di lini depanโdan mungkin saja jawaban atas kebutuhan sayap cepat sudah ada di dalam akademi sendiri.



