Brighton Ikat Kapten Muda Symonds dengan Kontrak Jangka Panjang demi Target Empat Besar WSL
Baca dalam 60 detik
- Gelandang berusia 23 tahun, Maisie Symonds, resmi menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi panjang bersama Brighton.
- Symonds merupakan pemain dengan masa bakti terlama di Brighton sejak 2021 dan telah memimpin tim ke final Piala FA Wanita 2025.
- Perpanjangan ini menjadi bagian dari ambisi Brighton menembus posisi empat besar WSL, ditambah rencana pembangunan stadion khusus wanita pertama di Eropa.

Brighton & Hove Albion resmi mengikat kapten tim wanita, Maisie Symonds, dengan kontrak baru berdurasi panjang. Gelandang berusia 23 tahun itu telah menjadi tulang punggung The Seagulls sejak bergabung dari Chelsea pada 2021, mencatatkan 103 penampilan di semua ajang.
Keputusan Brighton memperpanjang ikatan dengan Symonds bukan semata soal statistik. Dalam dua musim terakhir, pemain yang juga pernah memperkuat Inggris di level U-21 itu menunjukkan perkembangan signifikan, terutama setelah dipercaya memegang ban kapten musim lalu. Kepala pelatih Dario Vidosic menilai Symonds memiliki pengaruh besar, baik di lapangan maupun ruang ganti. โDia telah berkembang sebagai pemain dan pribadi. Kami sangat senang dia berkomitmen untuk jangka panjang dan menjadi bagian dari visi menjadikan Brighton salah satu dari empat klub teratas WSL,โ ujar Vidosic.
Pencapaian paling membanggakan bersama Brighton datang pada Mei lalu saat Symonds memimpin tim ke final Piala FA Wanita di Wembley untuk pertama kalinya. Meski harus mengakui keunggulan Manchester City, kapten muda ini melihat capaian tersebut sebagai bukti bahwa tim mulai mencapai potensinya. โSaya merasa sangat betah di sini. Klub ini satu-satunya tempat saya bermain secara profesional, dan saya telah tumbuh bersama tim wanita selama enam tahun terakhir. Standar yang kami bangun dalam dua tahun terakhir sangat tinggi, dan kami hanya ingin terus menjadi lebih baik,โ kata Symonds.
Langkah Brighton mengamankan Symonds tidak lepas dari rencana jangka panjang klub. Sejak awal tahun, Brighton telah mengumumkan ambisi membangun stadion khusus wanita pertama di Eropa dengan biaya mencapai ยฃ75โ80 juta. Infrastruktur ini diharapkan menjadi salah satu daya tarik bagi pemain bintang untuk bertahan dan datang. Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi catatan penting: investasi pada sepak bola wanita masih timpang antara Eropa dan Asia. Klub-klub di Indonesia, misalnya, masih jauh dari memiliki fasilitas khusus atau kontrak jangka panjang untuk pemain wanita.
Dengan kontrak baru ini, Symonds diharapkan menjadi fondasi Brighton dalam persaingan WSL yang semakin ketat. Target masuk empat besar bukanlah sekadar wacana, mengingat klub telah menunjukkan progres nyata di bawah arahan Vidosic. Pertanyaan selanjutnya: mampukah Brighton mempertahankan momentum dan merebut tiket ke kompetisi Eropa dalam beberapa musim ke depan? Atau justru Symonds akan menjadi batu loncatan menuju klub yang lebih besar? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti, Brighton telah mengambil langkah strategis dengan mengunci pemain kuncinya.



