Nottingham Forest Siapkan Tawaran Ketiga untuk Givairo Read, Kontrak Lima Tahun Menanti
Baca dalam 60 detik
- Nottingham Forest akan mengajukan tawaran ketiga senilai £21 juta untuk bek kanan Feyenoord, Givairo Read, setelah dua penawaran sebelumnya ditolak.
- Pemain 20 tahun itu telah diberikan kontrak lima tahun oleh klub Premier League, namun Feyenoord enggan melepasnya karena kontrak Read masih berlaku hingga 2029.
- Read, yang sempat cedera hamstring musim lalu, tetap menjadi incaran utama Forest untuk memperkuat posisi bek kanan di bawah asuhan Oliver Glasner.

Nottingham Forest terus menekan Feyenoord untuk melepas Givairo Read, bek kanan muda Belanda yang menjadi prioritas utama mereka di bursa transfer musim panas ini. Klub Premier League itu dikabarkan telah menyiapkan kontrak berdurasi lima tahun untuk pemain berusia 20 tahun tersebut, sembari bersiap melayangkan tawaran ketiga yang nilainya diperkirakan mencapai £21 juta.
Upaya Forest tidak berjalan mulus. Dua penawaran sebelumnya sudah ditolak mentah-mentah oleh Feyenoord, yang menilai Read sebagai aset berharga yang sulit digantikan. Bek kanan itu baru saja memperpanjang kontraknya hingga 2029, memberi klub Rotterdam posisi tawar yang kuat. Meski demikian, Forest terus bernegosiasi dan menunjukkan kegigihan yang jarang terlihat di bursa transfer.
Read sendiri menarik perhatian setelah tampil impresif sebagai kapten Feyenoord dalam laga pramusim terbaru. Namun, musim lalu ia harus melewati masa sulit akibat cedera hamstring yang membatasi penampilannya hanya 20 pertandingan di semua kompetisi. Meski begitu, kualitasnya sebagai bek kanan modern—cepat, enerjik, dan piawai dalam penguasaan bola—tetap diakui.
Menurut jurnalis Belanda Joost Blaauwhof, Forest telah 'menggali lebih dalam' untuk transfer ini dan siap mengajukan tawaran ketiga. Blaauwhof juga mengonfirmasi bahwa kontrak lima tahun sudah menunggu Read jika kesepakatan tercapai. Sumber lain dari Voetbal International melaporkan bahwa tawaran ketiga tersebut bernilai sekitar £21 juta, tetapi Feyenoord masih bertahan karena menilai Read bernilai lebih tinggi.
Dari sudut pandang Feyenoord, sikap keras kepala mereka masuk akal. Kehilangan pemain muda potensial seperti Read hanya beberapa pekan sebelum musim baru dimulai akan menyulitkan tim. Apalagi, ia sudah menjadi pilihan utama di posisi bek kanan selama dua musim terakhir. Namun, Read sendiri dikabarkan tertarik merumput di Premier League, sehingga keputusan akhir ada di tangan klub.
Bagi sepak bola Indonesia, saga transfer ini mencerminkan betapa ketatnya persaingan global untuk pemain muda berbakat. Kubu Eredivisie seperti Feyenoord kini menjadi ladang subur bagi talenta yang siap bersaing di kompetisi elite Eropa. Fenomena ini bisa menjadi pelajaran bagi pengembangan pemain muda Indonesia—bahwa investasi jangka panjang dan lingkungan kompetitif sangat menentukan kematangan seorang pemain.
Langkah Forrest selanjutnya masih menjadi tanda tanya: apakah mereka akan meningkatkan tawaran lagi atau beralih ke target lain? Mengingat kegigihan yang sudah ditunjukkan, tidak ada indikasi bahwa mereka akan mundur. Sementara itu, Feyenoord tetap tenang dengan kontrak panjang yang mereka miliki. Pertarungan antara ambisi klub Premier League dan kesetiaan klub Eredivisie akan menentukan masa depan Givairo Read.



