Ambruck Tribun VIP di Banyumas: 90 Orang Terluka, Bupati Bentuk Dua Tim Investigasi
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Kabupaten Banyumas membentuk dua tim khusus: satu untuk investigasi penyebab ambruknya tribun VIP bersama Polresta, dan satu lagi untuk penanganan korban.
- Jumlah korban diperbarui menjadi sekitar 90 orang, dengan luka mulai dari ringan hingga patah tulang, termasuk seorang ibu hamil delapan bulan yang dipastikan selamat.
- Bupati Sadewo Tri Lastiono mengunjungi seluruh korban di sejumlah rumah sakit dan menyebut penyelenggara acara kooperatif, namun hasil investigasi polisi masih ditunggu.

Pemerintah Kabupaten Banyumas masih menanti hasil investigasi Polresta Banyumas untuk mengungkap penyebab ambruknya tribun VIP yang menewaskan puluhan orang dalam acara Drift Speed Fest di Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Minggu (26/7).
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengungkapkan bahwa pihaknya bersama aparat kepolisian telah membentuk dua satuan tugas dengan fungsi berbeda. Tim pertama yang digawangi Polresta bertugas menyelidiki secara teknis penyebab runtuhnya struktur tribun, sementara tim kedua yang dipimpin pemerintah daerah berfokus pada penanganan medis dan pemulihan korban. โTim satu dari Polres melakukan investigasi. Belum selesai. Kesimpulannya nanti menunggu hasil Polres,โ ujar Sadewo di Purwokerto, Senin.
Sadewo menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah pemulihan seluruh korban. Ia bersama pihak penyelenggara telah mendatangi setiap rumah sakit tempat korban dirawat, termasuk menjenguk pasien di RSUD Banyumas melalui panggilan video karena kunjungan berlangsung hingga larut malam. โSemua saya kunjungi satu per satu. Penyelenggara cukup kooperatif dan bertanggung jawab,โ tambahnya.
Lokasi kejadian sendiri telah dipasangi garis polisi untuk mendukung proses penyelidikan. Sementara itu, data korban terus diperbarui โ sebelumnya dilaporkan 75 orang, namun verifikasi lanjutan menunjukkan angka mendekati 90. Kondisi korban bervariasi, mulai dari luka ringan, pingsan, hingga patah tulang. Seorang ibu hamil dengan usia kandungan delapan bulan ikut menjadi korban, namun tim medis memastikan kondisi ibu dan janinnya stabil.
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai standar keselamatan konstruksi tribun sementara di acara publik. Para pengamat menyoroti perlunya audit ketat terhadap infrastruktur penunjang event, terutama yang melibatkan kapasitas besar. Hingga berita ini diturunkan, Polresta Banyumas masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lapangan. Tidak ada pernyataan resmi mengenai kemungkinan adanya unsur kelalaian.
Bupati Sadewo berharap investigasi dapat tuntas secepatnya agar langkah preventif bisa segera dirumuskan. โYang jelas tidak ada yang menghendaki ini terjadi. Namanya musibah,โ katanya. Pertanyaan besar yang kini mengemuka: apakah ini murni kecelakaan struktural atau ada faktor lain yang luput dari pengawasan? Jawabannya masih menunggu hasil kerja tim investigasi Polresta Banyumas.



