Tottenham Siapkan Dana Besar: Gakpo Jadi Alternatif Jika Perburuan Savinho Gagal
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur memberi batas waktu 1 Agustus untuk merekrut Savinho dari Manchester City, dengan nilai transfer yang belum disepakati.
- Jika gagal, Spurs akan beralih ke Cody Gakpo yang dibanderol sekitar £60 juta, dengan produktivitas gol jauh di atas Savinho dalam dua musim terakhir.
- Gakpo, yang telah membukukan 26 kontribusi gol di Premier League dalam dua musim, dinilai sebagai opsi lebih matang dibandingkan Savinho yang masih inkonsisten.

Tottenham Hotspur memasang tenggat waktu hingga 1 Agustus untuk menyelesaikan transfer pemain sayap Manchester City, Savinho, sebelum beralih ke target alternatif yang lebih mahal: Cody Gakpo dari Liverpool. Langkah ini menunjukkan keseriusan Spurs dalam memperkuat lini depan di bawah asuhan Roberto De Zerbi, menyusul kegagalan mereka mendatangkan Eberechi Eze, Bryan Mbeumo, dan Antoine Semenyo pada bursa transfer sebelumnya.
Savinho, yang hanya tampil sebagai starter dalam tujuh pertandingan Premier League musim 2025/26, disebut ingin hengkang dari Etihad. Namun, City masih mencari pengganti sebelum melepas pemain Brasil berusia 22 tahun itu. Situasi ini membuat Tottenham harus bersabar, meski mereka telah mempertahankan minat sejak tahun lalu. Jika negosiasi gagal, Spurs siap mempercepat perburuan Gakpo, yang kabarnya bisa ditebus dengan banderol sekitar £60 juta.
Perbandingan produktivitas kedua pemain menjadi sorotan. Dalam dua musim terakhir di Premier League, Gakpo mencatatkan 26 kontribusi gol (gol dan assist), jauh melampaui Savinho yang hanya 11. Bahkan dalam 18 bulan sebelumnya, penyerang Belanda itu juga mengoleksi 22 kontribusi gol. Sementara itu, Savinho—meski sempat impresif di musim debutnya bersama City dengan delapan assist—mengalami penurunan drastis pada musim lalu, tanpa satu pun big chance yang diciptakan.
Gakpo, yang kini berusia 27 tahun, dianggap berada di level berbeda dibandingkan Savinho dalam hal konsistensi. Meski sempat dikritik di Liverpool, ia tetap menjadi ancaman di sisi kiri serangan. Pada musim 2024/25 yang berakhir dengan gelar juara, ia menyumbang 14 kontribusi gol. Sebelumnya, di PSV Eindhoven, ia mencatatkan 105 kontribusi gol dalam 155 pertandingan. Sebaliknya, Savinho—yang sempat dipinjamkan ke PSV pada 2022/23—hanya tampil delapan kali di tim utama dan mencatat dua assist.
Dari sudut pandang taktis, De Zerbi telah membangun tulang punggung tim yang solid di lini belakang dan tengah. Kini, ia membutuhkan sosok tajam di lini depan yang bisa langsung beradaptasi. Gakpo, dengan pengalaman di Premier League dan panggung internasional (tiga gol di Piala Dunia 2022), dinilai lebih siap dibandingkan Savinho yang masih perlu membuktikan konsistensi. Namun, harga £60 juta tetap menjadi pertimbangan, terutama jika Spurs bisa mendapatkan Savinho dengan biaya lebih rendah.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Tottenham di bursa transfer ini menarik untuk diikuti. Klub-klub Premier League kerap menjadi barometer bagi perkembangan sepak bola Tanah Air, baik dari segi transfer pemain maupun strategi bisnis. Keputusan Spurs antara merekrut pemain muda potensial atau pemain mapan bisa menjadi contoh bagaimana klub menyeimbangkan risiko dan keuntungan jangka pendek.
Ke depannya, apakah Tottenham akan berhasil mengamankan Savinho sebelum tenggat, atau justru mengeluarkan dana besar untuk Gakpo? Satu hal yang pasti: lini depan Spurs membutuhkan suntikan kualitas agar bisa bersaing di papan atas Premier League musim depan.



