Rookie Jackson Koivun Guncang PGA Tour, Kalahkan Scottie Scheffler di 3M Open
Baca dalam 60 detik
- Pemain muda Jackson Koivun memenangkan turnamen PGA Tour pertamanya hanya dalam tiga start sejak menjadi profesional.
- Ia mengalahkan petenis nomor satu dunia Scottie Scheffler dengan keunggulan tiga pukulan di 3M Open.
- Kemenangan ini menandai kebangkitan bakat dari jalur universitas AS yang kerap melahirkan juara dunia.

Jackson Koivun, pemain berusia 21 tahun yang baru tiga pekan lalu menjadi profesional, langsung mencuri perhatian dengan merebut gelar PGA Tour pertamanya di 3M Open, Minggu (28/7). Ia tak hanya menang, tetapi mengalahkan petenis nomor satu dunia Scottie Scheffler dengan keunggulan tiga pukulan.
Koivun, yang sebelumnya membantu Auburn meraih gelar juara universitas AS untuk kedua kalinya dalam tiga tahun, tampil luar biasa sejak putaran ketiga. Ia mencetak skor 61 (10-under) untuk memimpin tiga pukulan, lalu pada putaran final memperlebar keunggulan menjadi lima pukulan sebelum Scheffler mulai menekan.
Scheffler, pemenang empat major, memulai sembilan lubang belakang dengan tiga birdie beruntun dan menambah dua birdie lagi di tiga lubang terakhir untuk mencatat 63 (8-under). Namun Koivun tidak goyah. Ia membalas dengan birdie kelima di lubang 16 dan menutup putaran dengan 66 (5-under) untuk total 25-under par, unggul tiga pukulan atas Scheffler.
โSaya agak gugup di lubang 18 karena penonton terus berteriak 'Scottie datang, Scottie datang',โ kata Koivun. โSaya coba abaikan dan fokus pada pukulan saya sendiri, dan berhasil melakukan putt-putt penting di akhir.โ
Hasil ini menempatkan Koivun sebagai pemenang termuda musim ini dan menegaskan bahwa jalur universitas AS masih menjadi pabrik bakat golf dunia. Sementara itu, tiga pemain ASโDenny McCarthy, Brian Harman, dan Chandler Phillipsโberbagi posisi ketiga bersama Hideki Matsuyama dari Jepang dengan skor 20-under par.
Bagi pencinta golf Indonesia, kemenangan Koivun memberikan gambaran bahwa persaingan PGA Tour semakin terbuka bagi talenta muda dari berbagai latar belakang. Sistem golf universitas AS, yang juga menjadi tempat latih sejumlah pegolf Indonesia seperti Rory Hie dan George Gandranata, membuktikan diri sebagai batu loncatan menuju panggung dunia. Keberhasilan Koivun bisa menjadi motivasi bagi pegolf muda Indonesia untuk meniti karier melalui jalur akademik.
Koivun, yang sebelumnya menjadi amatir nomor satu dunia, kini diprediksi akan segera masuk dalam tim Piala Presiden AS dan menjadi ancaman baru di setiap turnamen. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan konsistensi seperti yang dilakukan Scheffler dalam dua musim terakhir?



