Lazio Incar Franjo Ivanovic: Pinjaman Kering Tanpa Opsi Beli Jadi Solusi
Baca dalam 60 detik
- Lazio mengajukan proposal pinjaman kering ke Benfica untuk striker Kroasia Franjo Ivanovic yang minim menit bermain.
- Ivanovic, yang diboyong Benfica seharga €22,8 juta musim panas lalu, hanya menjadi starter dalam 13 dari 42 laga.
- Klub Serie A lainnya seperti Como juga tertarik, namun Lazio diyakini bisa menjamin waktu bermain reguler.

Lazio dikabarkan serius mendatangkan striker Kroasia Franjo Ivanovic dari Benfica dengan skema pinjaman kering alias tanpa opsi pembelian. Langkah ini diambil untuk memenuhi ambisi sang pemain yang menginginkan menit bermain lebih banyak setelah musim pertamanya di Portugal berjalan kurang memuaskan.
Ivanovic, 22 tahun, bergabung dengan Benfica pada bursa transfer musim panas lalu dari Union Saint-Gilloise dengan biaya mencapai €22,8 juta. Namun, sepanjang musim 2023/2024, ia hanya tampil sebagai starter dalam 13 dari 42 pertandingan kompetitif di semua ajang. Catatan golnya pun tidak terlalu mentereng: delapan gol dan dua assist. Situasi ini membuat pemain internasional Kroasia itu frustrasi dan mulai mencari peluang pindah.
Menurut pakar transfer Sportitalia, Alfredo Pedullà, faktor utama yang dipertimbangkan Ivanovic dalam menentukan langkah karier selanjutnya adalah jaminan waktu bermain reguler. Lazio dinilai mampu memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga mereka bergerak cepat dengan mengajukan proposal pinjaman murni kepada Benfica. Proposal ini tidak menyertakan opsi pembelian, yang berarti Ivanovic akan kembali ke Benfica setelah masa pinjaman berakhir.
Ketertarikan terhadap Ivanovic tidak hanya datang dari Lazio. Sejumlah klub lain seperti Como (Serie A), Galatasaray (Turki), Real Betis (Spanyol), dan Hull City (Inggris) juga memantau situasinya. Namun, Lazio diyakini memiliki keunggulan karena dapat menawarkan peran yang lebih sentral di lini depan, terutama setelah kepergian beberapa pemain kunci.
Bagi Benfica, melepas Ivanovic dengan status pinjaman mungkin menjadi pilihan yang masuk akal. Klub asal Lisbon itu masih memiliki opsi untuk memanfaatkannya di masa depan, sementara sang pemain bisa mendapatkan pengalaman berharga di Serie A. Di sisi lain, Lazio berharap pinjaman ini bisa menjadi solusi jangka pendek untuk memperkuat opsi serangan mereka tanpa harus mengeluarkan biaya besar di bursa transfer.
Dengan usia yang masih muda dan catatan internasional yang menjanjikan, Ivanovic memiliki potensi untuk berkembang menjadi striker kelas atas. Pertanyaannya, akankah Lazio menjadi tempat yang tepat untuk mengasah bakatnya, atau justru akan kembali mengalami nasib serupa seperti di Benfica?



