Roma Siapkan €18 Juta untuk Bek Yunani, Angelino dan Pagano Didepak
Baca dalam 60 detik
- AS Roma mencapai kesepakatan dengan Wolfsburg untuk merekrut bek Konstantinos Koulierakis dengan biaya €15 juta plus bonus €3 juta.
- Bek Angelino akan dipinjamkan ke Deportivo La Coruna dengan opsi pembelian €2 juta, sementara Riccardo Pagano dijual permanen ke Cesena.
- Langkah ini bagian dari strategi Roma menyeimbangkan keuangan setelah mendatangkan Santiago Castro dari Bologna.

AS Roma terus bergerak di bursa transfer musim dingin. Klub ibu kota Italia itu dikabarkan telah menyelesaikan detail akhir untuk mendatangkan bek tengah Yunani, Konstantinos Koulierakis, dari Wolfsburg dengan nilai transfer mencapai €18 juta termasuk bonus. Di saat yang sama, dua pemain pinggiran, Angelino dan Riccardo Pagano, resmi dilepas.
Menurut laporan Fabrizio Romano dan Sport Mediaset, kesepakatan antara Roma dan Wolfsburg sudah berada di tahap final. Koulierakis, 22 tahun, akan ditebus dengan biaya pokok €15 juta dan tambahan bonus hingga €3 juta. Pemain yang juga memperkuat tim nasional Yunani itu dikabarkan sangat antusias bergabung dan dijadwalkan menjalani tes medis akhir pekan ini. Kehadirannya diharapkan memperkuat lini belakang Roma yang musim ini kerap kebobolan.
Di sisi lain, Roma harus melepas beberapa pemain untuk menyeimbangkan keuangan setelah mendatangkan penyerang Santiago Castro dari Bologna. Angelino, bek kiri asal Spanyol yang jarang dimainkan musim lalu karena komplikasi bronkitis, akan dipinjamkan ke Deportivo La Coruna tanpa biaya. Klub Segunda Division itu memiliki opsi pembelian sebesar €2 juta pada akhir musim. Sementara itu, gelandang muda Riccardo Pagano resmi dijual ke Cesena, klub Serie B, setelah sebelumnya dipinjamkan ke Catanzaro dan Bari.
Langkah ini menunjukkan pola khas Roma di bawah arahan Direktur Teknik Tiago Pinto: mendatangkan pemain muda potensial dengan harga terjangkau sambil melepas pemain yang tidak masuk rencana. Koulierakis, yang dikenal kuat dalam duel udara dan memiliki kemampuan membaca permainan, diharapkan menjadi suksesor jangka panjang di jantung pertahanan. Sementara Angelino, yang sempat menjadi andalan di RB Leipzig, gagal bersinar di Roma karena masalah kesehatan dan persaingan ketat.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Roma ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub besar Eropa mengelola skuad di tengah keterbatasan finansial. Strategi serupa kerap diterapkan klub-klub Italia lainnya, seperti Atalanta dan Sassuolo, yang sukses menjual pemain dengan harga tinggi setelah mengembangkannya. Pertanyaannya, akankah Koulierakis mampu beradaptasi cepat di Serie A yang terkenal keras? Atau justru Angelino akan bangkit kembali di Deportivo? Hanya waktu yang bisa menjawab.



