Wasit Wanita Alami Gegar Otak Usai Coba Melerai Keributan di Laga Metz vs Fortuna Sittard
Baca dalam 60 detik
- Wasit Mathilde Demoncay cedera gegar otak setelah terjatuh saat melerai keributan pemain dalam laga persahabatan Metz vs Fortuna Sittard.
- Insiden ini menambah catatan rentannya keselamatan wasit, terutama perempuan, di tengah tekanan fisik dan emosional pertandingan.
- Kejadian tersebut diharapkan mendorong federasi sepak bola global untuk memperketat prosedur perlindungan wasit.

Wasit asal Prancis, Mathilde Demoncay, harus ditarik keluar lapangan saat jeda babak pertama setelah mengalami gegar otak akibat terjatuh ketika mencoba melerai keributan pemain dalam laga persahabatan antara Metz dan Fortuna Sittard. Insiden yang terjadi pada menit ke-40 ini menyoroti kerentanan wasit, khususnya perempuan, di tengah atmosfer pertandingan yang memanas.
Keributan bermula dari aksi tarik-menarik jersey antara dua pemain yang berujung saling berhadapan. Tak berselang lama, pemain lain ikut serta sehingga suasana semakin kacau. Demoncay yang berusaha menjadi penengah justru terdorong dan jatuh dengan keras ke tanah. Ia pun sempat memegangi lengan sementara staf medis dan petugas keamanan bergegas masuk lapangan untuk memulihkan ketertiban serta memeriksa kondisinya.
Meskipun sempat kembali bertugas sebagai asisten wasit setelah pertandingan dilanjutkan, Demoncay yang berusia 26 tahun itu akhirnya meninggalkan lapangan pada babak pertama. Seorang asisten lain menggantikan posisinya untuk sisa pertandingan. Laporan menyebutkan bahwa ia diduga mengalami gegar otak akibat insiden tersebut.
Di Indonesia, insiden serupa juga kerap menghantui wasit, terutama di kompetisi sepak bola domestik. Kasus kekerasan terhadap pengadil lapangan, baik secara verbal maupun fisik, masih menjadi pekerjaan rumah bagi PSSI. Banyak pihak menilai bahwa perlindungan terhadap wasit, khususnya perempuan, belum optimal. Wasit perempuan di Indonesia masih menghadapi stigma dan risiko keamanan yang lebih tinggi saat memimpin pertandingan putra.
Insiden Demoncay menjadi pengingat bahwa wasit adalah elemen penting dalam sepak bola yang kerap terabaikan. Mereka berhak mendapatkan jaminan keselamatan, termasuk pelatihan penanganan konflik dan prosedur evakuasi medis yang cepat. Federasi sepak bola global, termasuk FIFA dan UEFA, diharapkan segera meninjau kembali regulasi keamanan pertandingan untuk mencegah kejadian serupa.
Ketika pertandingan semakin kompetitif dan emosi pemain mudah tersulut, risiko terhadap wasit pun kian besar. Pertanyaannya kini: akankah insiden ini mendorong perubahan nyata dalam perlindungan pengadil lapangan, atau hanya akan menjadi catatan kaki dalam sejarah sepak bola?



