Fiorentina Siapkan Revolusi Lini Belakang: Valdepenas Datang, Comuzzo dan Moreno Hengkang
Baca dalam 60 detik
- Fiorentina merekrut gelandang muda Real Madrid, Victor Valdepenas, dengan skema buy-back 50 persen.
- Bek muda Pietro Comuzzo dilepas ke Torino dengan opsi pembelian โฌ20 juta, sementara Matias Moreno bergabung ke Venezia.
- Kebijakan transfer ini mengindikasikan strategi baru Fiorentina di bawah pelatih Fabio Grosso yang fokus pada pemain muda dan nilai jual kembali.

Fiorentina tengah melakukan perombakan besar-besaran di lini pertahanan pada bursa transfer musim panas ini. Klub asal Florence itu resmi mendatangkan gelandang muda Real Madrid, Victor Valdepenas, sambil melepas dua bek potensial, Pietro Comuzzo ke Torino dan Matias Moreno ke Venezia. Langkah ini menjadi sinyal perubahan haluan di bawah pelatih anyar Fabio Grosso, yang ditunjuk setelah musim lalu yang mengecewakan.
Valdepenas, yang baru akan berusia 20 tahun pada Oktober mendatang, merupakan produk akademi La Fabrica. Pemain timnas Spanyol U-19 itu mendapat lampu hijau dari pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, untuk bergabung setelah sempat ditahan untuk evaluasi pramusim. Nilai transfer dilaporkan mencapai โฌ8 juta, namun Real Madrid menyertakan klausul buy-back dan hak atas 50 persen penjualan di masa depanโskema serupa yang diterapkan pada transfer Nico Paz ke Como.
Di sisi lain, Comuzzo menjalani tes medis dengan Torino pada hari yang sama. Kesepakatan berupa pinjaman โฌ1 juta dengan opsi pembelian โฌ19 juta pada akhir musim. Bek berusia 19 tahun itu menjadi bagian dari regenerasi lini belakang Fiorentina yang dinilai perlu penyegaran. Sementara itu, Moreno, bek Argentina berusia 21 tahun, dilepas ke Venezia yang baru promosi ke Serie A. Biaya transfer mencapai โฌ6 juta plus 50 persen penjualan di masa depan, juga dengan klausul buy-back. Moreno sebelumnya menjalani masa pinjaman di Levante.
Keputusan Fiorentina melepas dua bek muda potensial sambil mendatangkan satu gelandang muda menunjukkan fokus pada pemain dengan nilai jual kembali tinggi. Langkah ini juga bisa menjadi strategi untuk menyeimbangkan keuangan klub setelah musim yang buruk. Di bawah asuhan Grosso, yang dikenal dengan pendekatan taktis disiplin, Valdepenas diharapkan bisa menjadi motor serangan dari lini tengah.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Serie A mulai mengadopsi model bisnis ala klub Portugal atau Belanda: membeli pemain muda murah, mengembangkannya, lalu menjual dengan harga tinggi. Skema buy-back memungkinkan klub besar seperti Real Madrid tetap mengontrol masa depan pemainnya. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang mulai aktif di bursa pemain muda.
Ke depannya, Fiorentina masih perlu mendatangkan bek tengah pengganti yang sepadan. Apakah Valdepenas akan langsung menjadi starter atau dipinjamkan? Pertanyaan ini akan terjawab setelah tes medis pada Kamis. Sementara itu, Torino dan Venezia sama-sama mendapatkan pemain muda bertalenta yang bisa menjadi investasi jangka panjang.



