Kembalinya Roberto Mancini ke Timnas Italia: Antara Nostalgia dan Tantangan Baru
Baca dalam 60 detik
- Roberto Mancini resmi kembali menukangi Italia lima tahun setelah membawa Gli Azzurri juara Euro 2020.
- Kepulangan Mancini menuai pro-kontra mengingat ia hengkang pada 2023 setelah gagal membawa Italia ke Piala Dunia 2022.
- Tantangan terbesar Mancini adalah meremajakan skuad Italia yang mulai menua dan memperbaiki performa di kualifikasi Piala Dunia 2026.

Lima tahun setelah mengantar Italia meraih gelar juara Eropa, Roberto Mancini kembali duduk di kursi pelatih Gli Azzurri. Kepulangan pelatih berusia 61 tahun itu menjadi salah satu kejutan terbesar di pentas sepak bola Italia, sekaligus membuka babak baru bagi skuad yang tengah mencari identitas kembali.
Mancini pertama kali menangani Italia pada 2018 dan berhasil membangun tim yang solid, berpuncak pada kemenangan di Euro 2020 yang digelar pada 2021 akibat pandemi. Namun, euforia itu sirna ketika Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2022 setelah kalah dari Makedonia Utara di semifinal play-off. Kekalahan memalukan itu menjadi noda di akhir periode pertama Mancini, yang kemudian memutuskan mundur pada 2023.
Kini, dengan kontrak baru hingga 2026, Mancini dihadapkan pada tugas berat: membawa Italia kembali ke pentas Piala Dunia setelah dua edisi absen. Tim yang ia warisi kini berbeda; banyak pemain kunci seperti Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci telah pensiun dari tim nasional. Generasi baru seperti Nicolรฒ Barella, Sandro Tonali, dan Gianluca Scamacca diharapkan menjadi tulang punggung.
Keputusan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memanggil kembali Mancini menuai beragam reaksi. Sebagian pengamat menilai langkah ini sebagai bentuk kepanasan karena minimnya kandidat lain, sementara yang lain melihatnya sebagai pilihan logis mengingat rekam jejaknya. Namun, yang jelas, Mancini bukanlah pelatih yang sama seperti lima tahun lalu. Pengalaman di klub seperti Inter Milan dan Zenit Saint Petersburg telah membentuk pendekatan taktis yang lebih pragmatis.
Bagi sepak bola Indonesia, kisah Mancini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya konsistensi proyek jangka panjang. Timnas Indonesia, yang tengah dalam proses naturalisasi pemain dan pembinaan usia muda, bisa mencontoh bagaimana Italia bangkit setelah kegagalan. Keberhasilan Mancini meracik tim dari sisa-sisa skuad yang menua menjadi tim juara Eropa dalam tiga tahun adalah bukti bahwa transformasi mungkin dilakukan dengan perencanaan matang.
Mancini kini harus segera bekerja. Kualifikasi Piala Dunia 2026 akan dimulai tahun depan, dan Italia tergabung di grup yang tidak mudah. Selain itu, UEFA Nations League juga menjadi ajang pembuktian. Pertanyaan besarnya: akankah Mancini mampu mengulang keajaiban Euro 2020, atau justru kembali menuai kegagalan seperti di play-off Piala Dunia? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pastiโsepak bola Italia kembali memasuki era yang penuh tanda tanya.



