Marsh Gila-gilaan, Sunrisers Leeds Kunci Kemenangan Perdana di The Hundred
Baca dalam 60 detik
- Mitchell Marsh mencetak 69 dari 34 bola untuk membawa Sunrisers Leeds unggul, sebelum Adil Rashid memperlambat laju dengan tiga wicket.
- Southern Brave, yang masih tanpa kemenangan, memberi perlawanan sengit lewat Ben McKinney dan Tristan Stubbs, tetapi gagal mengejar target 188.
- Kemenangan lima run ini membuka peluang Sunrisers bersaing di papan atas, sementara Brave harus berbenah setelah dua kekalahan beruntun.

Mitchell Marsh menjadi aktor utama saat Sunrisers Leeds meraih kemenangan pertama mereka di ajang The Hundred musim 2026, menaklukkan Southern Brave dengan selisih lima run di Stadion Headingley. Penampilan agresif sang all-rounder Australia itu menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat hingga bola terakhir.
Setelah tumbang tujuh wicket dari MI London di pertandingan pembuka, Sunrisers bangkit dengan performa padu. Sebaliknya, Southern Brave justru menelan kekalahan kedua beruntun dan masih nihil poin. Laga ini menjadi ujian mental bagi kedua tim, terutama Brave yang harus segera menemukan ritme sebelum kompetisi semakin ketat.
Memulai innings dengan giliran memukul terlebih dahulu, Marsh dan Ryan Rickelton langsung tancap gas. Keduanya membangun kemitraan tanpa kehilangan wicket hingga skor 102 di pertengahan babak. Luke Wood, bowler Brave, menjadi bulan-bulanan Marsh setelah satu setnya dibobol 28 run, termasuk empat free hit yang dimanfaatkan maksimal. Marsh mencapai half-century hanya dalam 26 bola, sebuah kecepatan yang jarang terlihat di format seratus bola.
Namun, momentum Sunrisers sempat terhenti saat Adil Rashid, leg spinner veteran Inggris, mengambil alih. Dalam rentang lima bola, Rashid memecahkan tiga wicket, termasuk Marsh yang terjebak di angka 69. Tapi Dan Lawrence muncul sebagai pemukil nomor tiga dengan half-century berdurasi 24 bola, didukung Tom Alsop yang mencetak 21 dari 10 bola, membawa Sunrisers ke total 187-5.
Menghadapi target tinggi, Southern Brave memulai pengejaran dengan positif. Ben McKinney memimpin serangan dengan 44 dari 23 bola, sementara Jamie Smith menambah 30 dari 18 bola. Marcus Stoinis, pemukil Australia lainnya, menyumbang 31 dari 16 bola sebelum tumbang oleh Abrar Ahmed. Tristan Stubbs bertahan dengan 43 tidak kalah dari 20 bola, tetapi tekanan dari bowler Sunrisers seperti Nathan Ellis dan Brydon Carse di akhir innings membuat Brave hanya mampu mencetak 182-5.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, The Hundred menjadi tontonan yang semakin mudah diakses melalui platform digital seperti BBC iPlayer dan aplikasi BBC Sport. Meski belum ada pemain Indonesia yang berlaga, minat terhadap kompetisi ini meningkat seiring siaran langsung dan liputan media lokal. Format seratus bola yang cepat dan menghibur dinilai cocok menarik penonton baru, termasuk di Asia Tenggara.
Kemenangan ini membuka asa Sunrisers Leeds untuk bersaing di papan atas klasemen, sementara Southern Brave dipaksa mengevaluasi strategi setelah dua kekalahan. Pertanyaan besarnya: dapatkah Brave bangkit sebelum kompetisi meninggalkan mereka terlalu jauh, atau justru Sunrisers akan melanjutkan momentum positif pada laga berikutnya?



