Lando Norris Rebut Pole Hungaria Usai Kualifikasi Kacau, Alonso Tembus Batas
Baca dalam 60 detik
- Lando Norris mengunci pole position GP Hungaria dengan keunggulan 0,012 detik atas Lewis Hamilton pada akhir sesi yang kacau akibat spin Max Verstappen.
- Hamilton menghadapi investigasi karena diduga menghambat Oscar Piastri, sementara Verstappen harus puas di posisi keenam.
- Fernando Alonso untuk pertama kalinya musim ini lolos dari Q1 dengan Aston Martin yang baru, menandai kemajuan signifikan tim.

Lando Norris membuktikan ketajamannya dengan merebut pole position Grand Prix Hungaria, Minggu (20/7), setelah mengalahkan Lewis Hamilton dalam duel sengit yang diwarnai kekacauan di lap terakhir kualifikasi. Pebalap McLaren itu mencatat waktu 1 menit 17,207 detik, unggul tipis 0,012 detik dari Hamilton yang sempat menjadi yang tercepat.
Sesi kualifikasi berlangsung dramatis setelah Max Verstappen dari Red Bull mengalami spin di tikungan terakhir, memaksa sejumlah pebalap memperlambat laju. Insiden itu memengaruhi duo Mercedes, Kimi Antonelli dan George Russell, yang masing-masing finis keempat dan ketujuh. Hamilton sendiri justru lebih lambat satu detik pada percobaan kedua dibandingkan percobaan pertamanya, dan kini menghadapi investigasi karena diduga menghalangi Oscar Piastri di Tikungan 1.
Kekacauan itu membuka peluang bagi Norris, yang menjadi pebalap terakhir melintasi garis finis, untuk merebut pole. Bagi pebalap asal Inggris tersebut, ini menjadi pole grand prix pertamanya musim ini, setelah sebelumnya meraih pole di sesi sprint Miami. Mobil McLaren yang telah ditingkatkan terbukti kompetitif di Sirkuit Hungaroring, tempat yang dikenal menguntungkan tim yang memiliki downforce tinggi.
Di sisi lain, Verstappen hanya mampu menempati posisi keenam, diikuti oleh Russell dan rekan setimnya di Red Bull, Isack Hadjar. Pebalap Racing Bulls Arvid Lindblad dan pebalap Audi Nico Hulkenberg melengkapi posisi sepuluh besar. Namun, sorotan juga tertuju pada Fernando Alonso yang berhasil menembus Q2 untuk pertama kalinya musim ini bersama Aston Martin.
Alonso, yang akan berusia 45 tahun pekan depan, memulai balapan dari posisi ke-16 dengan selisih 2,8 detik dari pole. Meski begitu, pebalap veteran Spanyol itu melihat kemajuan signifikan setelah mobil baru Aston Martin menunjukkan peningkatan relatif dua detik lebih cepat dari performa sebelumnya. "Saya merasa lega, tim akhirnya memahami kelemahan mobil. Ini langkah pertama ke arah yang benar," ujar Alonso kepada BBC Radio 5 Live.
Alonso menekankan bahwa kemajuan ini tidak lepas dari keyakinannya pada kecerdasan teknis Adrian Newey serta potensi pabrikan mesin Honda. "Tidak perlu meragukan Adrian Newey atau kemampuan tim di Silverstone. Ini hanya masalah waktu sebelum kami memiliki sasis terbaik dan mesin terbaik," tambahnya. Namun, Alonso masih harus memutuskan masa depannya setelah musim ini. Ia mengaku optimistis, tetapi belum yakin apakah momentum positif ini datang tepat waktu baginya.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, performa Norris dan McLaren memberikan harapan baru. Indonesia memiliki basis penggemar McLaren yang cukup kuat, dan jika tim ini terus konsisten, bukan tidak mungkin balapan F1 di masa depan akan semakin menarik untuk diikuti. Apalagi, Malaysia dikabarkan akan kembali menjadi tuan rumah F1 pada Oktober mendatang, yang bisa menjadi tontonan langsung bagi pecinta balap di Asia Tenggara.
Dengan hasil kualifikasi ini, tekanan kini beralih ke Hamilton dan Verstappen. Hamilton harus membuktikan bahwa insiden investigasi tidak mengganggu fokusnya, sementara Verstappen perlu memulihkan posisi di lap awal untuk memperkecil kerugian. Pertanyaannya, akankah Norris mampu mempertahankan keunggulan hingga finis, atau justru pengalaman Hamilton dan kecepatan Verstappen yang akan berbicara di balapan nanti?



