Harga £80 Juta: Arsenal Siap Rebut Guimaraes, Nasib Lewis-Skelly Terancam
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan akan merekrut Bruno Guimaraes dari Newcastle dengan biaya sekitar £80 juta, merespons masalah kebugaran lini tengah.
- Langkah itu mengancam posisi Myles Lewis-Skelly yang baru bangkit setelah menjalani musim sulit dan sukses merebut tempat dari Martin Zubimendi.
- Guimaraes dinilai lebih matang dan produktif, dengan catatan 9 gol dan 7 asis musim lalu, serta keunggulan dalam duel fisik.

Arsenal dikabarkan siap menggelontorkan dana hingga £80 juta untuk merekrut gelandang Newcastle United, Bruno Guimaraes, pada bursa transfer musim panas ini. Langkah itu berpotensi menggeser posisi gelandang muda akademi, Myles Lewis-Skelly, yang baru saja menunjukkan kebangkitannya setelah melalui periode sulit di paruh pertama musim 2025/26.
Lewis-Skelly, yang sebelumnya menjadi andalan sebagai bek kiri dan mencetak gol pada debut bersama timnas Inggris, mengalami masa-masa berat pada awal musim ini. Ia hanya dua kali menjadi starter di Liga Inggris pada paruh pertama, dan bahkan tidak mendapatkan satu menit pun selama dua bulan antara Januari hingga Maret 2026. Namun, berkat latihan keras sebagai gelandang di balik layar, ia berhasil merebut posisi Martin Zubimendi yang mengalami penurunan performa. Lewis-Skelly kemudian menjadi starter di empat dari enam pertandingan liga terakhir, termasuk dipercaya tampil pada final Liga Champions.
Kebutuhan Arsenal di lini tengah memang mendesak. Zubimendi tampak kelelahan menjelang akhir musim, sementara Declan Rice masih dalam pemulihan dari nyeri saraf yang ia derita selama Piala Dunia. Manajer Mikel Arteta diperkirakan akan mengistirahatkan Rice pada laga pembuka melawan Coventry City. Situasi ini mendorong klub untuk bergerak di bursa, dengan nama-nama seperti Ayyoub Bouaddi (Lille) dan Bruno Guimaraes masuk dalam daftar incaran.
Kabar dari talkSPORT menyebut bahwa Guimaraes hampir pasti hengkang jika ada tawaran di atas £80 juta. Dengan kontrak yang tersisa dua tahun, Newcastle mungkin tidak akan menahan kaptennya jika angka tersebut tercapai. Namun, bagi Lewis-Skelly, kehadiran Guimaraes bukan sekadar pesaing biasa. Gelandang Brasil itu dikenal sebagai pemimpin lapangan yang tangguh, dengan kemampuan duel fisik yang superior. Statistik menunjukkan Guimaraes memenangkan 6,20 duel per 90 menit, unggul jauh dari Lewis-Skelly yang hanya 4,90 duel.
Di sisi lain, Lewis-Skelly memiliki kelebihan dalam membawa bola dan potensi mentah yang besar. Namun, produktivitas Guimaraes di lini depan—9 gol dan 7 asis musim lalu—serta pengalamannya sebagai eksekutor bola mati membuatnya lebih siap bersaing memperebutkan tempat di sebelah Rice. Meski Lewis-Skelly pernah 'menyingkirkan' Zubimendi yang didatangkan dengan harga tinggi, Guimaraes diyakini berada pada level yang berbeda.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti Premier League, persaingan ini menjadi tontonan menarik. Perjalanan Lewis-Skelly dari pemain pinggiran menjadi pahlawan di final Liga Champions menginspirasi banyak pemain muda di Tanah Air. Namun, kedatangan Guimaraes mengingatkan bahwa di level tertinggi, regenerasi dan konsistensi adalah kunci. Akankah Arteta mempertahankan talenta akademi atau memilih pengalaman instan?



