All Blacks Bawa Tiga Pemain Debutan untuk Uji Coba Terberat di Afrika Selatan
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Dave Rennie menambahkan 10 pemain baru ke skuad All Blacks untuk tur Afrika Selatan, termasuk tiga yang belum pernah tampil internasional.
- Tur empat pertandingan ini dihadapi tanpa kapten utama Ardie Savea pada laga provinsi, dengan Codie Taylor sebagai kapten pengganti.
- Kekuatan Afrika Selatan sebagai juara dunia memberi gambaran ketatnya persaingan Nations Championship dan persiapan Piala Dunia.

Pelatih New Zealand Dave Rennie memanggil tiga pemain yang belum pernah membela timnas untuk tur Afrika Selatan, yang disebutnya sebagai 'tur paling sulit' dalam sejarah All Blacks. Semisi Tupou Ta'eiloa, Siale Lauaki, dan Josh Jacomb bergabung dalam skuad 44 pemain yang akan beruji coba melawan juara dunia dalam empat pertandingan mulai Agustus mendatang.
Ketiganya termasuk di antara sepuluh wajah baru yang ditambahkan ke dalam skuad Nations Championship yang sebelumnya sukses menundukkan Prancis, Italia, dan Irlandia. Tupou Ta'eiloa, pemain flanker berusia 22 tahun, mencuri perhatian setelah tampil impresif bersama Moana Pasifika di Super Rugby—tim yang bubar pada Juni karena masalah finansial. Kini, kemampuannya membawa bola secara destruktif menjadi aset berharga bagi lini belakang All Blacks.
Lauaki, yang memperkuat Wellington Hurricanes, akan bersaing dengan Xavier Numia dan Ollie Norris di posisi prop. Sementara itu, Jacomb yang musim lalu bersinar bersama Waikato Chiefs akan bergabung dengan Ruben Love, Beauden Barrett, dan Damian McKenzie sebagai opsi flyhalf. Rennie juga memulangkan Fabian Holland, bek asal Belanda yang baru pulih dari cedera bahu panjang.
“Kami menghadapi tim terbaik dunia. Tidak ada waktu yang lebih tepat untuk diuji,” ujar Rennie dalam konferensi pers di Auckland. “Ini akan menjadi tur terberat dalam rugby.”
Bagi pecinta rugby di Indonesia, tur ini menyoroti betapa ketatnya persaingan di level tertinggi. Mengingat Indonesia masih berjuang mengembangkan olahraga ini, melihat bagaimana negara seperti Selandia Baru memanfaatkan kedalaman skuad—dengan talenta dari klub-klub Super Rugby yang bubar—bisa menjadi pelajaran. Apalagi, pemain seperti Tupou Ta'eiloa membuktikan bahwa peluang muncul dari tim non-tradisional.
Sementara itu, Afrika Selatan juga memulai Nations Championship dengan sempurna setelah mengalahkan Inggris, Skotlandia, dan Wales. Pertemuan kedua tim ini dipasarkan sebagai 'Rivalitas Terbesar Rugby', dengan atmosfer yang pasti memanas.
Pertanyaan besarnya: apakah para debutan mampu tampil di panggung paling keras, dan bagaimana langkah All Blacks setelah tur ini menuju Piala Dunia berikutnya?



