Anthony Joshua Hadapi Prenga: Langkah Terakhir Menuju Duel Akbar Lawan Fury
Baca dalam 60 detik
- Anthony Joshua akan kembali naik ring pada Sabtu ini melawan petinju Albania Kristian Prenga di Jeddah, Arab Saudi.
- Kemenangan atas Prenga menjadi prasyarat untuk mewujudkan pertarungan yang sudah lama dinantikan melawan Tyson Fury.
- Para analis kompak memprediksi Joshua akan menang cepat, namun fokus utama tetap pada pertarungan besar yang sudah di depan mata.

Anthony Joshua bersiap mengakhiri penantian panjang dengan satu langkah kecil: mengalahkan Kristian Prenga di Jeddah, Sabtu ini, demi memantapkan jalan menuju duel akbar melawan Tyson Fury yang sudah ditandatangani kontraknya.
Dua kali juara dunia dan peraih emas Olimpiade itu akan melangkah ke ring dengan rekor 29 kemenangan (26 knockout) dan empat kekalahan. Namun, lawannya kali ini—petinju Albania berusia 35 tahun dengan rekor 20-1, seluruhnya lewat knockout—belum pernah berhadapan dengan lawan sekelas Joshua. Prenga memang punya catatan impresif, tetapi level kompetisinya jauh di bawah Joshua.
Pertarungan ini menjadi yang pertama bagi Joshua sejak insiden kecelakaan mobil di Nigeria yang merenggut nyawa dua sahabatnya, Sina Ghami dan Latif Ayodele. Beban mental dan emosional jelas membayangi, tetapi sang petinju mengaku siap menjadi "pahlawan" bukan "pengecut". Duel ini juga menjadi pemanasan setelah Tyson Fury dengan mudah mengalahkan Mariusz Wach di Thailand pada Jumat lalu.
Bagi penggemar tinju Indonesia, pertarungan Joshua-Fury adalah salah satu yang paling dinantikan dalam satu dekade terakhir. Meski tinju tidak sepopuler sepak bola di Tanah Air, momen ketika dua raksasa kelas berat bertemu selalu menyita perhatian—terutama jika salah satunya adalah Joshua, yang dikenal dengan gaya bertarung agresif dan daya pukul mematikan. Jika Joshua sukses melewati Prenga, kemungkinan besar Indonesia akan menjadi salah satu pasar utama siaran duel tersebut, mengingat basis penggemar yang loyal.
Sejumlah nama besar di dunia tinju memberikan prediksi, dan semuanya sepakat: Joshua akan menang, dan cepat. Pelatih dan analis memperkirakan pertarungan berakhir di ronde ketiga hingga kelima. "AJ akan menang brutal, jangan berkedip," ujar seorang pengamat. Yang lain menambahkan, "Jika Joshua tampil seperti dirinya yang dulu, Prenga hanya akan menjadi korban berikutnya." Namun, beberapa pihak mengingatkan bahwa Prenga—meski dianggap kikuk—memiliki kekuatan pukulan awal yang berbahaya; 16 dari 20 kemenangannya terjadi di dua ronde pertama.
Dari sudut pandang teknik, Joshua diyakini akan mengandalkan pukulan jangkung dan jab cepat untuk mengontrol jarak. Pelatih barunya dari tim Usyk telah membawa perubahan pada fisik dan mental Joshua. Tubuhnya tampak lebih ramping, yang diprediksi akan membuat pergerakannya lebih lincah. Namun, jika ia terbawa emosi dan ingin membuktikan diri, justru itu bisa menjadi celah bagi Prenga yang agresif.
Satu pertanyaan masih menggantung: apakah Joshua akan menunjukkan dominasi penuh atau sekadar menjalani latihan tanding? Banyak yang menduga ia akan memanfaatkan beberapa ronde untuk mempraktikkan strategi baru sebelum akhirnya mengakhiri perlawanan. "Pertarungan akan berlangsung selama yang Joshua inginkan," ujar seorang komentator. Jika ia menyelesaikan dengan cepat, dunia tinju akan semakin dekat dengan pertarungan yang sudah ditunggu sedekade.



